Selasa 18 Januari 2022, 17:39 WIB

OJK: Kerugian akibat investasi ilegal 2011-2021 capai Rp117,4 triliun

Mediaindonesia.com | Ekonomi
OJK: Kerugian akibat investasi ilegal 2011-2021 capai Rp117,4 triliun

ANTARA/MUHAMMAD AYUDHA
OJK catat kerugian akibat investasi ilegal 2011-2021 capai Rp117,4 triliun

 

SATUAN Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian yang dialami masyarakat akibat tergiur dan terjebak investasi ilegal sejak tahun 2011 hingga 2021 mencapai Rp117,4 triliun dengan jumlah korban mencapai jutaan orang.

Wakil Ketua I Satgas Waspada Investasi Wiwit Puspasari merincikan pada 2011 tercatat total kerugian akibat investasi ilegal sebesar Rp68,2 triliun, kemudian Rp7,9 triliun pada tahun 2012, Rp0,2 triliun pada 2014.

"(Selanjutnya kerugian) Rp0,3 triliun pada tahun 2015, Rp5,4 triliun pada 2016, Rp4,4 triliun pada 2017, Rp1,4 triliun pada 2018, Rp4 triliun pada 2019, Rp5,9 triliun pada 2020, dan Rp2,5 triliun pada 2021," katanya dalam rapat koordinasi penanganan investasi ilegal dan pinjol ilegal bersama Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi di Kota Palu, Selasa (18/1), seperti dilansir Antara.

Ia menerangkan penyebab utama maraknya investasi ilegal di era teknologi informasi saat ini dapat dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi pelaku dan masyarakat yang menjadi sasaran para pelaku investasi ilegal.

Dari sisi pelaku, kemudahan membuat aplikasi, website, dan penawaran melalui media sosial serta banyaknya server di luar negeri menyebabkan penawaran investasi ilegal semakin marak.

"Sedangkan dari sisi masyarakat, mudahnya tergiur bunga tinggi dan belum paham terhadap investasi mengakibatkan kerugian yang masif dalam hal jumlah korban dan nilai kerugian," ujarnya.

Baca juga: Minta Dana Kembali, Korban Unit Link Datangi Kantor OJK

Wiwit mengatakan dalam menjalankan aksinya, para pelaku investasi ilegal biasanya menggunakan berbagai modus meliputi kegiatan like dan view post di media sosial dengan sistem penjualan langsung berupa paket member atau referral. Kemudian menawarkan jasa pengisian isi ulang pulsa dengan memberikan bonus berjenjang.

"Investasi ilegal biasanya juga menggunakan modus iklan seperti kegiatan jasa periklanan dengan sistem jaringan dan juga menggunakan skema piramida dengan modus penjualan buku elektronik," terangnya.

Selain itu, Wiwit mengatakan pelaku investasi ilegal juga kerap menggunakan Skema Ponzi dengan modus membantu sesama, Skema Ponzi dengan modus penjualan saham dan Skema Ponzi dengan modus belanja online.

"Masyarakat mesti mengetahui ciri-ciri investasi legal sehingga lebih waspada dan tidak tergiur. Ciri-cirinya yakni menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, menjanjikan bonus dari perekrutan anggota baru, memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama untuk menarik minat berinvestasi,"tambahnya.

Investasi ilegal juga kerap menawarkan klaim tanpa risiko agar masyarakat tergiur, legalitas tidak jelas, tidak memiliki izin usaha.

Kalaupun memiliki izin kelembagaan seperti perseroan terbatas, koperasi, yayasan dan lain-lain, tapi tidak memiliki izin usaha. (A-2)

Baca Juga

Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...
Ist

Asya Hadirkan Hunian Mewah Bertema Post-Pandemic

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:27 WIB
Rumah mengangkat konsep Tropical Modern ramah lingkungan dan didesain untuk menjawab kebutuhan hunian di era new...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya