Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Penting untuk memberi perhatian kepada UKM dan memberdayakan mereka agar naik kelas menjadi sebuah korporasi, bahkan mampu menawarkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa, akan makin memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Namun tidak mudah bagi UKM untuk melakukan IPO. UKM harus memiliki compliancy di berbagai aspek serta memiliki potensi bisnis yang kuat dalam jangka panjang. Adalah Asiavesta Capital, sebuah investment holding yang fokus berinvestasi pada UKM dan membantu merestrukturisasinya menjadi korporasi agar siap menjadi perusahaan publik melalui IPO.
President Director Asiavesta Capital, Ahmad Sadat dalam keterangan resminya mengatakan, misi Asiavesta Capital adalah menjadi investment holding yang berinvestasi pada usaha kecil/menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan impact yang besar, dan ingin bertransformasi menjadi korporasi dengan cara anorganik.
“Asiavesta Capital akan menjadi strategic partner yang membantu restrukturisasi perusahaan investee secara holistik sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu dua hingga lima tahun,” ucap Ahmad Sadat. Salah satu investee Asiavesta yang sudah berhasil melantai di bursa adalah PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. (IDEA), yang menjadi investee Asiavesta sejak 2019 dan berhasil IPO di tahun 2021.
Sebagai bentuk komitmen mendampingi UKM, Asiavesta Capital menggelar Talkshow dengan mengusung topik “Scale up dengan IPO, Seperti Apa? Kupas Tuntas tentang IPO bagi UKM bersama Asiavesta Academy” yang telah digelar pada Senin, (20/12) yang disiarkan secara langsung (live) melalui Channel YouTube Asiavesta Capital dan TDA TV.
Talkshow ini menghadirkan President Asiavesta Capital Ahmad Sadat dan Investment Director Asiavesta Capital, Dody Arifianto sebagai narasumber. Melalui Talkshow ini, Asiavesta Capital ingin memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang visi, misi, bisnis proses Asiavesta Capital serta menjaring calon peserta untuk program Asiavesta Academy.
Asiavesta Academy merupakan program mentoring, pelatihan dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Asiavesta Capital bagi pelaku usaha Kecil/Menengah yang ingin bertransformasi menjadi Korporasi dan IPO. Asiavesta Capital menjalin kerja sama dengan berbagai Komunitas UKM yang bergerak di bidang bisnis apa pun untuk memfasilitasi anggotanya menjadi peserta Asiavesta Academy.
Menjadi bagian dari Asiavesta Academy, peserta bukan hanya mendapatkan teori tentang restrukturisasi dan transformasi perusahaan, tetapi langsung mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari para konsultan dan profesional yang kompeten untuk membantu mempercepat proses persiapan usaha untuk bertransformasi menjadi korporasi dan siap untuk IPO.
Asiavesta Academy merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat dari Asiavesta Capital melalui pengembangan UKM. Di luar kiprah yang bersifat bisnis, Asiavesta memiliki banyak program untuk masyarakat melalui yayasan yang dibangunnya antara lain, Sadat Foundation Indonesia, Rumah Quran Amanah, dan Rumah Singgah Aleesha. Asiavesta ingin membangun masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera
Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Penting untuk memberi perhatian kepada UKM dan memberdayakan mereka agar naik kelas menjadi sebuah korporasi, bahkan mampu menawarkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa, akan makin memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Namun tidak mudah bagi UKM untuk melakukan IPO. UKM harus memiliki compliancy di berbagai aspek serta memiliki potensi bisnis yang kuat dalam jangka panjang. Adalah Asiavesta Capital, sebuah investment holding yang fokus berinvestasi pada UKM dan membantu merestrukturisasinya menjadi korporasi agar siap menjadi perusahaan publik melalui IPO.
President Director Asiavesta Capital, Ahmad Sadat dalam keterangan resminya mengatakan, misi Asiavesta Capital adalah menjadi investment holding yang berinvestasi pada usaha kecil/menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan impact yang besar, dan ingin bertransformasi menjadi korporasi dengan cara anorganik.
“Asiavesta Capital akan menjadi strategic partner yang membantu restrukturisasi perusahaan investee secara holistik sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu dua hingga lima tahun,” ucap Ahmad Sadat. Salah satu investee Asiavesta yang sudah berhasil melantai di bursa adalah PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. (IDEA), yang menjadi investee Asiavesta sejak 2019 dan berhasil IPO di tahun 2021.
Sebagai bentuk komitmen mendampingi UKM, Asiavesta Capital menggelar Talkshow dengan mengusung topik “Scale up dengan IPO, Seperti Apa? Kupas Tuntas tentang IPO bagi UKM bersama Asiavesta Academy” yang telah digelar pada Senin, (20/12) yang disiarkan secara langsung (live) melalui Channel YouTube Asiavesta Capital dan TDA TV.
Talkshow ini menghadirkan President Asiavesta Capital Ahmad Sadat dan Investment Director Asiavesta Capital, Dody Arifianto sebagai narasumber. Melalui Talkshow ini, Asiavesta Capital ingin memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang visi, misi, bisnis proses Asiavesta Capital serta menjaring calon peserta untuk program Asiavesta Academy.
Asiavesta Academy merupakan program mentoring, pelatihan dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Asiavesta Capital bagi pelaku usaha Kecil/Menengah yang ingin bertransformasi menjadi Korporasi dan IPO. Asiavesta Capital menjalin kerja sama dengan berbagai Komunitas UKM yang bergerak di bidang bisnis apa pun untuk memfasilitasi anggotanya menjadi peserta Asiavesta Academy.
Menjadi bagian dari Asiavesta Academy, peserta bukan hanya mendapatkan teori tentang restrukturisasi dan transformasi perusahaan, tetapi langsung mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari para konsultan dan profesional yang kompeten untuk membantu mempercepat proses persiapan usaha untuk bertransformasi menjadi korporasi dan siap untuk IPO.
Asiavesta Academy merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat dari Asiavesta Capital melalui pengembangan UKM. Di luar kiprah yang bersifat bisnis, Asiavesta memiliki banyak program untuk masyarakat melalui yayasan yang dibangunnya antara lain, Sadat Foundation Indonesia, Rumah Quran Amanah, dan Rumah Singgah Aleesha. Asiavesta ingin membangun masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera. (M-4)
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyapa 850 Bunda Ojol dan 455 jemaah di Islamic Center Surabaya jelang Ramadhan 1447 H, serahkan bantuan Baznas dan paket sembako.
KOMITMEN mendukung pembangunan yang dimulai dari desa guna mendorong pemerataan ekonomi dan mempercepat pengentasan kemiskinan terus dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia.
IKATAN Alumni SMAN 37 Jakarta (IKA SMAN 37) membentuk divisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam struktur organisasinya.
Ketua Koperasi TC Invest Iqbal Alan Abdullah memaparkan UMKM saat ini masih mengalami kesulitan akses pendanaan terjangkau karena persoalan administrasi, jaminan, dan manajerial.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut Rp32,1 triliun telah dicairkan untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026, dorong PDB dan UMKM.
APUDSI adakan gala dinner pra-Rakernas 2026 untuk perkuat solidaritas anggota dan dorong ketahanan desa melalui ekonomi, pangan, dan UMKM terpadu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved