Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Penting untuk memberi perhatian kepada UKM dan memberdayakan mereka agar naik kelas menjadi sebuah korporasi, bahkan mampu menawarkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa, akan makin memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Namun tidak mudah bagi UKM untuk melakukan IPO. UKM harus memiliki compliancy di berbagai aspek serta memiliki potensi bisnis yang kuat dalam jangka panjang. Adalah Asiavesta Capital, sebuah investment holding yang fokus berinvestasi pada UKM dan membantu merestrukturisasinya menjadi korporasi agar siap menjadi perusahaan publik melalui IPO.
President Director Asiavesta Capital, Ahmad Sadat dalam keterangan resminya mengatakan, misi Asiavesta Capital adalah menjadi investment holding yang berinvestasi pada usaha kecil/menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan impact yang besar, dan ingin bertransformasi menjadi korporasi dengan cara anorganik.
“Asiavesta Capital akan menjadi strategic partner yang membantu restrukturisasi perusahaan investee secara holistik sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu dua hingga lima tahun,” ucap Ahmad Sadat. Salah satu investee Asiavesta yang sudah berhasil melantai di bursa adalah PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. (IDEA), yang menjadi investee Asiavesta sejak 2019 dan berhasil IPO di tahun 2021.
Sebagai bentuk komitmen mendampingi UKM, Asiavesta Capital menggelar Talkshow dengan mengusung topik “Scale up dengan IPO, Seperti Apa? Kupas Tuntas tentang IPO bagi UKM bersama Asiavesta Academy” yang telah digelar pada Senin, (20/12) yang disiarkan secara langsung (live) melalui Channel YouTube Asiavesta Capital dan TDA TV.
Talkshow ini menghadirkan President Asiavesta Capital Ahmad Sadat dan Investment Director Asiavesta Capital, Dody Arifianto sebagai narasumber. Melalui Talkshow ini, Asiavesta Capital ingin memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang visi, misi, bisnis proses Asiavesta Capital serta menjaring calon peserta untuk program Asiavesta Academy.
Asiavesta Academy merupakan program mentoring, pelatihan dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Asiavesta Capital bagi pelaku usaha Kecil/Menengah yang ingin bertransformasi menjadi Korporasi dan IPO. Asiavesta Capital menjalin kerja sama dengan berbagai Komunitas UKM yang bergerak di bidang bisnis apa pun untuk memfasilitasi anggotanya menjadi peserta Asiavesta Academy.
Menjadi bagian dari Asiavesta Academy, peserta bukan hanya mendapatkan teori tentang restrukturisasi dan transformasi perusahaan, tetapi langsung mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari para konsultan dan profesional yang kompeten untuk membantu mempercepat proses persiapan usaha untuk bertransformasi menjadi korporasi dan siap untuk IPO.
Asiavesta Academy merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat dari Asiavesta Capital melalui pengembangan UKM. Di luar kiprah yang bersifat bisnis, Asiavesta memiliki banyak program untuk masyarakat melalui yayasan yang dibangunnya antara lain, Sadat Foundation Indonesia, Rumah Quran Amanah, dan Rumah Singgah Aleesha. Asiavesta ingin membangun masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera
Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki kontribusi besar dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional. Penting untuk memberi perhatian kepada UKM dan memberdayakan mereka agar naik kelas menjadi sebuah korporasi, bahkan mampu menawarkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) di lantai bursa, akan makin memperkokoh pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Namun tidak mudah bagi UKM untuk melakukan IPO. UKM harus memiliki compliancy di berbagai aspek serta memiliki potensi bisnis yang kuat dalam jangka panjang. Adalah Asiavesta Capital, sebuah investment holding yang fokus berinvestasi pada UKM dan membantu merestrukturisasinya menjadi korporasi agar siap menjadi perusahaan publik melalui IPO.
President Director Asiavesta Capital, Ahmad Sadat dalam keterangan resminya mengatakan, misi Asiavesta Capital adalah menjadi investment holding yang berinvestasi pada usaha kecil/menengah yang sudah mapan, memiliki bisnis yang kuat dan unik, potensi pertumbuhan dan impact yang besar, dan ingin bertransformasi menjadi korporasi dengan cara anorganik.
“Asiavesta Capital akan menjadi strategic partner yang membantu restrukturisasi perusahaan investee secara holistik sehingga siap untuk menjadi korporasi menengah/besar dan/atau go public dalam waktu dua hingga lima tahun,” ucap Ahmad Sadat. Salah satu investee Asiavesta yang sudah berhasil melantai di bursa adalah PT Idea Indonesia Akademi, Tbk. (IDEA), yang menjadi investee Asiavesta sejak 2019 dan berhasil IPO di tahun 2021.
Sebagai bentuk komitmen mendampingi UKM, Asiavesta Capital menggelar Talkshow dengan mengusung topik “Scale up dengan IPO, Seperti Apa? Kupas Tuntas tentang IPO bagi UKM bersama Asiavesta Academy” yang telah digelar pada Senin, (20/12) yang disiarkan secara langsung (live) melalui Channel YouTube Asiavesta Capital dan TDA TV.
Talkshow ini menghadirkan President Asiavesta Capital Ahmad Sadat dan Investment Director Asiavesta Capital, Dody Arifianto sebagai narasumber. Melalui Talkshow ini, Asiavesta Capital ingin memperkenalkan dan menginformasikan kepada masyarakat tentang visi, misi, bisnis proses Asiavesta Capital serta menjaring calon peserta untuk program Asiavesta Academy.
Asiavesta Academy merupakan program mentoring, pelatihan dan pembelajaran yang diselenggarakan oleh Asiavesta Capital bagi pelaku usaha Kecil/Menengah yang ingin bertransformasi menjadi Korporasi dan IPO. Asiavesta Capital menjalin kerja sama dengan berbagai Komunitas UKM yang bergerak di bidang bisnis apa pun untuk memfasilitasi anggotanya menjadi peserta Asiavesta Academy.
Menjadi bagian dari Asiavesta Academy, peserta bukan hanya mendapatkan teori tentang restrukturisasi dan transformasi perusahaan, tetapi langsung mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari para konsultan dan profesional yang kompeten untuk membantu mempercepat proses persiapan usaha untuk bertransformasi menjadi korporasi dan siap untuk IPO.
Asiavesta Academy merupakan salah satu kegiatan pemberdayaan masyarakat dari Asiavesta Capital melalui pengembangan UKM. Di luar kiprah yang bersifat bisnis, Asiavesta memiliki banyak program untuk masyarakat melalui yayasan yang dibangunnya antara lain, Sadat Foundation Indonesia, Rumah Quran Amanah, dan Rumah Singgah Aleesha. Asiavesta ingin membangun masyarakat yang lebih berdaya, mandiri, dan sejahtera. (M-4)
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Kemendagri mendorong pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan stadion sebagai upaya memperkuat ekosistem sepak bola sekaligus pemberdayaan UMKM.
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Sebagai agency terkemuka, HDA GO memposisikan diri sebagai solusi end-to-end bagi pemilik restoran, coffee shop, tempat makan, hingga penginapan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved