Sabtu 04 Desember 2021, 15:10 WIB

Presidensi G20 Indonesia Bawa Manfaat Ekonomi dan Strategis

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Presidensi G20 Indonesia Bawa Manfaat Ekonomi dan Strategis

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12).

 

PRESIDENSI G20 Indonesia secara resmi telah dimulai pada tanggal 1 Desember 2021.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia diharapkan tidak hanya bersifat seremonial tetapi dapat memberikan hasil yang nyata dan melahirkan terobosan besar untuk pemulihan ekonomi nasional dan dunia.

Fokus Presidensi G20 Indonesia terletak pada 3 isu utama, yaitu kesehatan global yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi yang berkelanjutan.

“Kita patut berbangga karena pada saat pandemi seperti ini, Indonesia mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk memegang Presidensi G20 di tahun 2022,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Jumat malam (3/12).

Penyelenggaraan event G20 akan membawa berbagai manfaat ekonomi 1,5 hingga 2 kali lebih besar secara agregat jika dibandingkan dengan penyelenggaraan acara Annual Meeting IMF-World Bank di Bali tahun 2018.

Selain itu, diperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi domestik sebesar Rp1,7 triliun dan PDB domestik Rp7,43 triliun yang berasal dari kunjungan para delegasi.

Presidensi G20 Indonesia juga akan meningkatkan peran UMKM dan membantu penyerapan sebanyak 33.000 tenaga kerja di berbagai sektor.

Sesmenko Susiwijono melanjutkan, selain akan mendapatkan manfaat ekonomi, Indonesia juga akan mendapatkan manfaat strategis dimana Indonesia akan turut berperan besar di dalam menentukan arah kebijakan global kedepannya.

Tema Presidensi G20 Indonesia adalah “Recover Together, Recover Stronger”. Sesmenko Susiwijono menjelaskan tema tersebut memiliki harapan agar negara-negara di dunia dapat segera pulih dari pandemi secara bersama-sama di berbagai sektor, dan agar terjadi pemulihan yang kedepannya mempunyai ketahanan dan keberlanjutan.

Presidensi G20 Indonesia akan berjalan dalam waktu kurang lebih satu tahun, terdiri dari 150 lebih pertemuan dari tingkat working group, tingkat Menteri hingga ke tingkat kepala negara atau pemerintahan.

Adapun substansi dari G20 terdiri dari jalur keuangan (finance track) dan jalur non-keuangan (sherpa track).

Isu yang dibahas pada sherpa track meliputi berbagai isu di sektor riil, antara lain kesehatan, ketenagakerjaan, perdagangan-investasi-industri, ekonomi digital, pariwisata, energi dan lingkungan, pembangunan, antikorupsi, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda. (Try/OL-09)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Restock.id Salurkan Dana Rp750 Miliar untuk UKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 13:40 WIB
Salah satu success story UKM yang dibiayai oleh Restock.id yakni Erigo Store yang digawangi Muhammad...
 ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Mobilitas Masyarakat Mendorong Uang Beredar Meningkat di Desember 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:56 WIB
Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2021 sebesar Rp7.867,1...
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Pabrik Pengolahan Batu Bara Bantu Hemat APBN Sampai Rp150 Triliun

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 24 Januari 2022, 12:35 WIB
Jokowi sangat berharap pembangunan pabrik pengolahan batu bara menjadi DME yanag merupakan substitusi LPG di Muara Enim berjalan lancar dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya