Jumat 05 November 2021, 20:55 WIB

Berbasis Bisnis dan Profesionalisme, Pertanian Kini Memasuki Era Baru

mediaindonesia.com | Ekonomi
Berbasis Bisnis dan Profesionalisme, Pertanian Kini Memasuki Era Baru

Ist
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

 

PERKEMBANGAN sektor pertanian mulai mengarah kepada pertanian berbasis bisnis. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak para insan pertanian untuk menguasai bisnis dan profesional.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, sumber daya manusia (SDM) pertanian harus terus memperbarui pengetahuan.

"Pengetahuan terus berkembang, termasuk di sektor pertanian. Oleh sebab itu, penting sekali setiap SDM untuk meningkatkan kapasitas dan pengetahuan. Pertanian itu lebih dari sekadar tanam, panen, jual," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian tidak lagi berfokus untuk menjadi produsen pangan. Namun juga dapat menjadi sumber mata pencaharian yang menguntungkan bagi tenaga kerja sektor pertanian. 

“Pertanian harus menjadi bisnis. Pertanian itu harus sustainable dan menarik. Pertanian tidak hanya memenuhi kebutuhan sendiri tetapi harus bisa menghasilkan uang,” tutur Dedi Nursyamsi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Kegiatan Penyusunan Rancangan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Penyuluhan Pertanian dan Pertemuan Forum Komunikasi Asesor LSP Kementerian Pertanian di The Alana Malioboro Hotel, Yogyakarta, Kamis (4/11).

Untuk mewujudkan pertanian yang memberikan keuntungan, tenaga kerja sektor pertanian diharapkan memiliki profesionalitas dalam bekerja.

Profesionalitas SDM pertanian dapat dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi dalam rangka memberikan jaminan kompetensi kerja SDM. 

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menyatakan hal serupa. 

“Kementerian Pertanian telah memiliki LSP yang didukung oleh tenaga assesor yang profesional dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang sudah terverifikasi. Sehingga pelaksanaan sertifikasi dapat dilaksanakan dengan baik," katanya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas asesor dalam penyelenggaraan sertifikasi profesi di lingkup LSP Pertanian Kementerian Pertanian. 

"Dengan kapasitas asesor yang mumpuni, maka sertifikasi kompetensi dapat meningkatkan kompetensi dan memberikan pengakuan kompetensi SDM sektor pertanian,” tandas Leli. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Kementerian ESDM

Kementerian ESDM Uji Coba Bensa, Bensin yang Mengandung Minyak Sawit 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 25 Januari 2022, 23:04 WIB
Bensa berkualitas tinggi ini akan menjadi parameter untuk penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) untuk...
Dok. Yupi

Ada Hoaks Soal Produknya, Yupi Tegaskan Permen yang Diproduksinya Telah Kantongi Sertifikat Halal 

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 25 Januari 2022, 22:58 WIB
Direktur Marketing & Sales Yupi Juliwati Husman menegaskan, pihaknya sudah mengantongi sertifikasi halal untuk seluruh proses produksi...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Lepas Ekspor Perdana Smelter Grade Alumina 

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 25 Januari 2022, 21:20 WIB
Presiden kembali menekankan pentingnya pembangunan industri hilir terutama di sektor mineral dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya