Kamis 04 November 2021, 22:03 WIB

Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Masuk Skema Kerja Sama Indonesia-UEA 

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pembangunan Ibu Kota Negara Baru Masuk Skema Kerja Sama Indonesia-UEA 

Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke UEA

 

PRESIDEN Joko Widodo menyampaikan tiga bidang pembangunan di Indonesia yang bisa dijadikan prioritas kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UEA). 

Yang pertama, ucap kepala negara, adalah pembangunan ibu kota negara baru. Sektor tersebut diutamakan lantaran membutuhkan biaya yang sangat besar. 

"Untuk membangun ibu kota baru setidaknya dibutuhkan dana sebesar US$35 miliar,” ujar Jokowi saat menghadiri Indonesia-UEA Investment Forum di Dubai, Kamis (4/11). 

Kemudian, sektor kedua adalah transisi energi. Jokowi berkomitmen untuk menerapkan pengembangan energi yang berorientasi pada perbaikan iklim dan lingkungan. Oleh karena itu, ke depan, penggunaan energi baru terbarukan menjadi pilihan utama. 

Baca juga : Expo2020 Dubai Simbol Kebangkitan Melawan Covid-19

“Jika anda tertarik melakukan investasi untuk energi baru dan terbarukan, ini adalah saat yang tepat. Potensi yang dimiliki Indonesia cukup banyak dan beragam, hidro, surya, panas bumi dan lain-lain,” jelas mantan wali kota Solo itu. 

Adapun, yang terakhir adalah di sektor perdagangan. Untuk mendorong kemitraan yang lebih erat, ia berharap kedua negara bisa segera menyusun dan menyelesaikan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif. 

“Saya harapkan pada Maret tahun depan perundingan sudah akan selesai,” tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/MOH IRFAN

Konsumsi Premium Susut, Pemerintah bakal Subsidi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:46 WIB
"Premium itu sudah sedikit di kita, sekitar 0,3%. Itu nanti akan secara natural akan habis dan kemudian Pertalite yang akan...
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

DPR Desak Perbaikan Tata Kelola Batu Bara untuk Tanggulangi Krisis

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:45 WIB
Salah satu penyebab kritisnya pasokan batu bara nasional, dipacu oleh kenaikan harga batu bara di...
ANTARA/Dhemas Reviyanto

Holding dan Dua Subholding di Bawah PLN Ditargetkan Rampung pada 2025

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 17:33 WIB
"Kita akan tuntaskan ini di tahun ini. Enam bulan sebelum akhir tahun kita akan ada virtual holding seperti yang kita lakukan di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya