Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
GARUDA Indonesia (GIAA) memiliki utang hingga Rp100 triliun. Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soejatman mengungkapkan, masalah tersebut karena maskapai nasional tersebut memiliki ratusan kreditur selama ini.
Menurutnya, upaya negoisasi dengan para kreditur tersebut tidak efektif karena memakan waktu yang lama. Gerry pun mendorong agar penyelesaian utang dengan kreditur lewat pengadilan atau Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
"Garuda ada 400-800 kreditur, negosiasi dengan mereka masing-masing tidak lah ideal dan sangat berisiko gagal. Lebih baik kalau ada yang pengajuan PKPU, diterima saja oleh pengadilan," ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (4/11).
Gerry menyebut, dengan mengajukan gugatan PKPU, ratusan kreditur tersebut akan negosiasi bersama dengan tujuan menyelesaikan utang dan di situlah Garuda akan membeberkan rencana dalam melunasi utang.
"Rencana Garuda tersebut akan bisa disepakati bersama kreditur dengan kondisi jaminan yang bisa diminta oleh pengadilan. PKPU ini akan jauh lebih cepat dan lebih efisien," jelas Gerry.
Dia menyebut, jika Garuda dan Kementerian BUMN masih intens bernegoisasi satu per satu dengan para kreditur, diyakini tidak bisa beres dalam waktu cepat.
Baca juga : Erick Thohir: Utang Garuda Ternyata Tembus Rp100 Triliun
"Misalnya, si kreditur A dapat kondisi renegosiasi yang bagus, si B enggak dapat dan si B mengomel. Terus si C mau menerima penundaan tapi itu akan merugikan si A dan B, muter-muter saja. Kalau ada 400-800 kreditur, ya bisa mabuk dan tidak selesai-selesai," pungkas Gerry.
Saat dikonfirmasi wartawan, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra enggan berkomentar soal berapa sebenarnya jumlah kreditur yang ada.
"Silakan saja berkomentar soal Garuda. Kami lagi fokus ke restrukturisasi sambil tetap mempertahankan layanan yang ada dan melakukan upaya support ke para pelaku usaha ekonomi," tuturnya.
Sebelumnya, progress restrukturisasi dan negosiasi Garuda dengan kreditur atau lessor, diakui Wakil Menteri (Wamen) II BUMN Kartiko Wirjoatmodjo masih alot. Dia menuturkan, opsi pailit tersebut berada di tangan kreditur.
"Tidak mungkin pemilik berencana membangkrutkan perusahaannya sendiri. Yang membangkrutkan itu bank atau kreditur kalau perusahaannya gagal membayar kewajibannya," bilangnya kepada Media Indonesia, kemarin. (OL-7)
Kasus yang awalnya terlihat sebagai persoalan kecil, yakni penagihan oleh "mata elang" kepada kelompok tertentu, kemudian berkembang menjadi konflik kekerasan
AMERIKA Serikat (AS) menjadi penerima terbesar aktivitas kredit resmi Tiongkok di seluruh dunia, demikian menurut sebuah studi baru yang menelusuri arus pembiayaan Beijing.
TIONGKOK mengalihkan fokus pendanaan globalnya, dengan lebih dari tiga perempat kredit atau utang ke negara-negara barat berpendapatan menengah atas dan tinggi misalnya Amerika Serikat.
AMERIKA Serikat (AS) tercatat sebagai negara dengan jumlah pinjaman terbesar dari Tiongkok dalam dua dekade terakhir
Prabowo meminta semua pihak ambil andil dan bertanggung jawab memberikan pelayanan kepada publik dengan baik.
pemda dan Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN) dapat mendukung program pemerintah pusat dengan mekanisme pinjaman atau utang oleh pemerintah pusat menggunakan APBN
Seluruh prosedur keselamatan dijalankan sesuai standar operasional. Pilot dinilai mampu mengendalikan situasi hingga pesawat mendarat dengan aman di Sydney.
Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia Glenny H Kairupan menegaskan tidak ada awak kabin yang mengalami cedera serius dalam insiden turbulensi penerbangan GA 712 rute Jakarta–Sydney.
Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Tetty Paruntu, menyoroti penataan manajemen dan arah transformasi baru Garuda Indonesia pascapengangkatan direksi baru.
Penyelamatan Garuda harus dimulai dari sektor operasional yang selama ini membebani keuangan. Proses pemulihan penuh membutuhkan waktu dua tahun.
Suntikan dana ini akan memperkuat struktur permodalan dan memastikan keberlanjutan pencatatan saham Garuda di Bursa Efek Indonesia.
Setiap pelanggan dapat melakukan satu kali penukaran pada setiap skema mulai dari 30.000, 150.000, dan 300.000 poin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved