Rabu 03 November 2021, 17:56 WIB

Harga Beras Indonesia Konsisten Lebih Mahal dari Dunia

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Harga Beras Indonesia Konsisten Lebih Mahal dari Dunia

Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
Seorang warga mengayak hasil pertanian beras Basmati di Sidowayah, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (25/9/2021).

 

HARGA beras Indonesia konsisten lebih mahal dari harga beras internasional. Saat ini hanya terdapat fluktuasi tipis pada harga beras Indonesia secara month-to-month dan tidak memengaruhi harga beras secara signifikan.

Walaupun begitu, harga beras dapat dibuat lebih terjangkau melalui mekanisme produksi dan distribusi beras yang efisien. Saat ini, produktivitas beras dalam negeri tidak cukup tinggi untuk menjaga stabilitas harga. Produktivitas beras musiman fluktuatif sejak 2013 mencapai rata-rata hanya 5,19 ton/ha per tahun. Ketidakselarasan antara masa panen dan masa-masa puncak permintaan beras sering kali menimbulkan kenaikan harga komoditas yang satu ini.

"Rantai pasok yang panjang dan infrastruktur tidak memadai untuk menjangkau jarak kepulauan Indonesia yang luas turut berkontribusi dalam menyebabkan harga beras yang tinggi melalui biaya logistik yang mahal," jelas Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Aditya Alta. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan harga beras pada November tahun lalu masih lebih tinggi dibandingkan November ini, masing-masing Rp11.650 per kilogram dan Rp11.450 per kilogram.

Data Food Monitor milik CIPS menunjukkan harga beras internasional (FOB Bangkok) berada di Rp6.782 per kilogram pada November 2020 dan turun menjadi Rp5.609 per kilogram pada bulan terbaru (Oktober 2021). Menurut PIHPS, harga beras Indonesia di tingkat produsen bahkan sudah lebih mahal daripada harga beras internasional, yaitu Rp8.950 per kilogram pada November 2020 dan Rp8.600 per kilogram pada November 2021.

"Memang ada penurunan pada harga beras di Indonesia tetapi tidak signifikan dan tetap lebih mahal dari harga internasional. Harga beras internasional sendiri cenderung mengalami penurunan sejak akhir 2020," ujarnya.

Indonesia Tawari Korsel Investasi Shale Gas di Lapangan Migas

Saat ini, produktivitas beras dalam negeri tidak cukup tinggi untuk menjaga harga stabil dalam menghadapi permintaan Indonesia yang terus meningkat. Pemerintah mengklaim bahwa hasil beras dalam negeri telah meningkat setiap tahun dan sering kali menghasilkan surplus beras domestik, tetapi impor beras terus dilakukan. (OL-14)

Baca Juga

Dok.Ist

Bukalapak Dorong Pertumbuhan Pendapatan Mitra

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:31 WIB
Pendapatan Mitra pada kuartal pertama tahun 2022 meningkat sebesar...
Ist/DPR

Apresiasi dan Dukungan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:20 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade mendukung penuh upaya Kementan dalam memperkuat ketahanan...
Antara/Indrayadi

Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran Bisa Tekan Beban Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:12 WIB
kuota Solar dan Pertalite tahun ini akan habis  pada September atau Oktober 2022 jika tidak ada tindakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya