Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia dan Arab Saudi tengah membahas potensi kerja sama bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. Di antaranya pembukaan kebijakan visa turis termasuk visa untuk haji dan umrah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan hal tersebut usai bertemu Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Esam A. Abid Althagafi di Kantor Kemenparekraf, Selasa (2/11).
"Mudah-mudahan kita bisa bekerja sama dan saling berkolaborasi dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua negara," ucapnya dalam keterangan resmi.
Diketahui, pada November 2020 lalu, pemerintah Arab Saudi sementara menghentikan proses visa untuk Indonesia, setelah adanya 13 jamaah umrah asal Indonesia yang positif covid-19.
Hampir setahun menjelang, negara tersebut akhirnya kembali mengizinkan jamaah Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah. Keputusan ini melalui nota diplomatik Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (8/10), yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
Selain itu, Sandiaga juga menyampaikan, dalam hal materi mempromosi pariwisata Indonesia untuk Arab Saudi nantinya juga akan menggunakan bahasa Arab.
Baca juga : Wamendag: Game Lokal Macam Lokapala, Ekspornya Lebih Mudah
Pihak Indonesia juga meminta dukungan Arab Saudi dalam penyelenggaraan Konferensi G20 yang akan digelar tahun depan di Bali
Selain event besar tersebut, diharapkan ada kerja sama antar-kedua negara dalam menyelenggarakan berbagai jenis event, seperti olahraga berkuda, memanah, dan berenang. Serta adanya pertukaran informasi seputar perkembangan vaksinasi dan isu-isu kesehatan antara Indonesia dengan Arab Saudi.
"Kami berharap kerja sama ini akan mempererat hubungan bilateral antar kedua negara, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," sebut Sandiaga.
Arab Saudi tercatat sebagai salah satu negara di Timur Tengah yang memberikan kontribusi pariwisata terbesar untuk Indonesia. Tercatat, sebelum pandemi covid-19, spending per arrival wisatawan Saudi Arabia ke Indonesia pada 2019 sebesar US$1,592 dengan rata-rata lama menginap wisatawan selama 13 hari atau hampir dua minggu.
"Saudi Arabia adalah tempat yang sangat bagus untuk dikunjungi. Oleh karena itu, melalui pertemuan ini mudah-mudahan kita bisa meningkatkan pariwisata baik di Saudi Arabia maupun Indonesia,” tutup Esam. (OL-7)
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
Berbagai proyek pariwisata dinilai merusak Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Gunungsewu, bertentangan dengan prinsip perlindungan kawasan karst.
Tokyo, Osaka, dan Sapporo masih menjadi primadona bagi wisatawan asal Indonesia saat berkunjung ke Jepang.
Dubai mencatat 17,55 juta wisatawan internasional sepanjang Januari-November 2025. Kota ini kian diminati berkat akses penerbangan, hotel beragam, dan wisata inklusif.
Data BPS mencatat lebih dari 300.000 wisatawan asal Indonesia berkunjung ke Tiongkok pada Semester I-2025, menyumbang sekitar 5,6% dari total perjalanan luar negeri WNI.
tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, dinilai cerminan lemahnya tata kelola pelayanan publik di sektor keselamatan transportasi laut khususnya pariwisata
Adanya izin pembangunan kampung haji membuat Indonesia dituntut menghadirkan standar pelayanan haji yang berkualitas, transparan dan akuntabel.
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved