Rabu 27 Oktober 2021, 13:01 WIB

Dahlan Iskan Nilai Erick Cerdas Soal Berencana Gantikan Garuda dengan Pelita Air

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Dahlan Iskan Nilai Erick Cerdas Soal Berencana Gantikan Garuda dengan Pelita Air

ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Menteri BUMN era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dahlan Iskan.

 

MENTERI BUMN era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dahlan Iskan menilai Menteri BUMN Erick Thohir cerdas soal rencana menggantikan Garuda Indonesia dengan maskapai milik Pertamina, Pelita Air sebagai maskapai nasional.

Menurut Dahlan, Pertamina memiliki andil besar dalam keberlangsungan operasional Garuda yang dirundung masalah finansial pelik dengan utang Rp70 triliun lebih.

"Menteri BUMN memang cerdas memilih Pelita sebagai pengganti Garuda Indonesia, kalau memang diperlukan," tulisnya, dikutip dari laman resmi Dahlan Iskan, disway.id, Rabu (27/10).

Dia berpendapat, Garuda akan baik-baik saja sepanjang Pertamina terus memberi bahan bakar. Namun, dari laporan yang diketahui Dahlan, Garuda ternyata memiliki utang Rp12 triliun ke Pertamina terkait pembayaran bahan bakar maskapai.

"Tapi mengapa Pertamina terus mengirim bahan bakar ke Garuda? Dugaan saya ada perintah dari pemegang saham, pemerintah," ucap mantan direktur utama PLN ini.

Kalau betul seperti itu, lanjut Dahlan, sebagai perusahaan, Pertamina tentu minta perintah tertulis alias tidak mungkin perintah lisan. Dengan kata lain, ini akan menjadi bagian dari dokumen keuangan.

"Kalau dokumen perintah itu ada di tangan Pertamina, tentu itu baik bagi Pertamina. Misalkan, Garuda pada akhirnya ditutup. Berarti Garuda tidak bisa membayar utang Rp 12 triliun itu," sambungnya.

Pertamina dikatakan bisa menggunakan dokumen perintah tersebut untuk menagih langsung ke pemerintah, meski tidak harus menerima uang kontan. Kata Dahlan upaya itu bisa saja dalam bentuk potongan dividen.

"Artinya, Pertamina dianggap sudahsetor dividen senilai piutang yang ada dokumennya itu. Soal bahan bakar itulah, menurut pendapat saya, salah satu pertimbangan mengapa nama Pelitamuncul sebagai calon pengganti Garuda," tutup Dahlan Iskan.

Meski ada opsi memailitkan Garuda Indonesia (GIAA) akibat utang segunung maskapai yang mencapai Rp70 triliun, namun upaya penyelematan dengan suntikan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN) tidak menjadi pilihan utama dari Kementerian BUMN.

"Mengenai opsi, apakah ada PMN dan sebagainya, kami saat ini berusaha betul, supaya sedikit-sedikit tidak di suntik PMN yang rugi (perusahaan BUMN), jangan gitu. Kita harus membangun namanya BUMN-BUMN yang sehat," kata Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga dalam rekaman video, Senin (25/10).

Kementerian BUMN, ungkapnya, lebih memfokuskan usaha penyelamatan krisis Garuda lewat negoisasi dengan para lessor terkait utang dalam menyewa pesawat selama ini. (Ins/OL-09)

Baca Juga

MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...
MI/Pierre Lavender

Wafa Taftazani Sebut Ransverse Jadi Indonesia’s Premier Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:54 WIB
Dalam metaverse yang dibuat oleh Rans Entertainment, terdapat 24.000 lands sebagai pengisi geografi dan dapat diisi oleh para kreator...
MI/Pierre Lavender

Jaringan Telekomunikasi di Indonesia Harus Siap untuk Menerapkan Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:39 WIB
“Indosat harus siap untuk jaringan yang baik, contohnya 5G yang sudah merata dan berbagai dukungan lainnya dalam hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya