Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambung missing link pada ruas jalan nasional di lintas tengah Provinsi Aceh, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun Jalan Geumpang – Pameu sepanjang 59,6 km.
Pembangunan jalan ini selain untuk membuka akses bagi beberapa desa yang terisolir, juga dapat memperpendek jarak tempuh dari Kabupaten Pidie ke Kabupaten Aceh Tengah.
“Saat ini jarak tempuh dari Kabupaten Pidie ke Kabupaten Aceh Tengah harus memutar melalui lintas tengah sejauh kurang lebih 345 km. Dengan adanya pembangunan jalan Geumpang – Pameu, jarak tempuh menjadi 59,6 km. Jadi, jalan ini dapat memperpendek jarak 285,4 km,” ujar Elvi Roza, Kepala BPJN Aceh.
Elvi menambahkan pembangunan jalan Geumpang – Pameu ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang merupakan tindak lanjut dari usulan Pemerintah Daerah.
Pembangunan jalan yang berada pada kawasan hutan lindung telah mendapat Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) yang merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Daerah.

“Dalam membangun jalan, kami tetap mengedepankan asas keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dengan tidak mengganggu fungsi pokok kawasan hutan. Pengujian mutu lingkungan juga dilakukan pada awal, tengah, dan akhir pelaksanaan pekerjaan untuk penanganan dampak kegiatan jalan dalam pengelolaan lingkungan di kawasan hutan,” terangnya.
Kepala BPJN Aceh mengakui bahwa terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Jalan Geumpang – Pameu, antara lain faktor cuaca ekstrem yang kerapkali terjadi karena letak lokasi pembangunan berada di dataran tinggi sehingga intensitas curah hujan juga tinggi.
Tantangan lain yang dihadapi adalah saat melakukan mobilisasi material ke lokasi pembangunan yang cukup jauh.
Namun ia menyatakan bahwa hal tersebut tidak mengganggu target yang telah ditentukan, yakni pada akhir tahun 2021 pembangunan Jalan Geumpang – Pameu sepanjang 56,9 km sudah akan terbuka dengan badan jalan timbunan pilihan selebar 8 meter.

“Pembangunan jalan ini diharapkan dapat membuka aksesibilitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Harapannya, masyarakat sekitar dapat memperoleh fasilitas kehidupan yang lebih lengkap dan berkualitas,” pungkas Elvi. (RO/OL-09)
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Data sementara posko darurat Aceh mencatat 56.652 hektare sawah di 18 kabupaten dan kota rusak akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025.
Proyek percontohan pertama untuk memobilisasi sumber pembiayaan baru ke dalam sistem taman nasional, dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Provinsi Lampung, Sumatra
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Seiring berjalannya penanganan, akses di ruas Tarutung–Sibolga kini mulai pulih dan kembali dapat dimanfaatkan. Pemulihan usai banjir ini memberikan dampak bagi aktivitas harian.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
BNPB memastikan seluruh akses jalan dan jembatan nasional di Aceh telah pulih secara fungsional, sesuai target yang ditetapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Warga melewati jalan yang tertimbun longsor di Kampuang Pitameh, Padang, Sumatra Barat.
ruas jalan dan jembatan terdampak banjir serta tanah longsor di wilayah Sumatra Barat (Sumbar) masih menjadi kendala utama dalam penanganan darurat dan distribusi bantuan
UPAYA pembukaan jalur utama yang menghubungkan Kota Medan di Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang, Aceh, usai terkena bencana banjir mulai menunjukkan perkembangan positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved