Selasa 26 Oktober 2021, 18:30 WIB

Manfaatkan Sisa Anggaran, Pemerintah Perluas Program BSU

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Manfaatkan Sisa Anggaran, Pemerintah Perluas Program BSU

Antara
Ilustrasi pekerja menunjukkan kartu ATM dan uang saat menerima bantuan subsidi upah.

 

PEMERINTAH memutuskan untuk memperluas penyaluran program Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk 1,6 juta pekerja. Adapun perluasan itu bertujuan mendukung pekerja yang terdampak pandemi covid-19.

Diketahui, masih ada sisa anggaran sekitar Rp1,6 triliun untuk program BSU. Sisa dana itu akan dioptimalkan untuk penyaluran bantuan kepada pekerja yang membutuhkan. Serta, memberi dampak positif bagi daya beli masyarakat dan perekonomian nasional.

"Tentu ini diharapkan bisa dilaksanakan dan tidak ada perubahan dari kriteria penerima. Dengan sisa anggaran ini, ada perluasan 1,6 juta sasaran pekerja. Jumlah anggarannya sekitar Rp1,6 triliun," ujar Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (26/10).

Baca juga: Pemerintah Bantu Ringankan Utang 1.292 Debitur Kecil

Nantinya, perluasan sasaran penerima BSU diberikan kepada pekerja di seluruh wilayah Indonesia, dengan kriteria yang sama. Dalam hal ini, terdampak pandemi covid-19 dan berada di wilayah yang menerapkan PPKM level 3 dan 4.

"Penerima bantuan subsidi akan bertambah di seluruh Indonesia. Sejalan dengan beberapa wilayah yang masih mengalami pemulihan, setelah terkena varian Delta," imbuh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Baca juga: Kemnaker Perluas Penerima BSU Hingga 1,7 Juta Pekerja

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan berencana memperluas cakupan penerima BSU di 34 provinsi. Hingga saat ini, realisasi program BSU sudah menyasar 6,99 juta pekerja, dengan alokasi anggaran sebesar Rp6,9 triliun.

Adapun data calon penerima BSU yang diterima pemerintah sebanyak 8,50 juta pekerja. Setelah dilakukan pengecekan dan verifikasi, ditemukan 758.327 data pekerja yang merupakan duplikasi bansos. Berikut, telah menerima bantuan sosial lain. Data tersebut pun dianggap tidak memenuhi syarat BSU.

"Kami telah melakukan verifikasi data untuk menghindari bansos-bansos lain dan dikeluarkan dari data BSU," jelas Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri.(OL-11)

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

OJK: Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:39 WIB
Data OJK per April menunjukkan kredit perbankan tumbuh sebesar 9,10% (year on year/yoy) atau 3,69% (year to date/ytd), meningkat signifikan...
Dok. Chitose Internationl

Ekonomi Mulai Pulih, CINT Optimistis Cetak Peningkatan Penjualan Hingga 21,04% Tahun ini

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:36 WIB
Chitose mencatatkan laba bruto Kuartal I-2022 sebesar Rp18,97 miliar juga mengalami peningkatan 21,73% dibandingkan dengan Kuartal...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bertemu Wakil Presiden Zambia, Jokowi Tawarkan Penguatan Kerja Sama Ekonomi

👤Indriyani Astuti 🕔Rabu 25 Mei 2022, 20:06 WIB
"Bapak Presiden menyampaikan harapan, ke depan ekspor Indonesia termasuk Crude Oil Palm, kertas, dan pakaian jadi terutama, dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya