Senin 25 Oktober 2021, 16:06 WIB

Menkeu: Dana Pemda yang Mengendap di Bank Capai Rp194 Triliun

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Dana Pemda yang Mengendap di Bank Capai Rp194 Triliun

Antara
Menkeu Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Banggar DPR RI.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani menyoroti jumlah dana pemerintah daerah (pemda) yang tersimpan di perbankan sebesar Rp194,12 triliun hingga akhir September 2021. 

Adapun jumlah itu naik dari periode Juli dan Agustus, yang masing-masing sebesar Rp173,73 triliun dan Rp178,95 triliun. "Dana yang ditempatkan di perbankan mencapai Rp194,12 triliun. Melonjak lagi, karena dua bulan sebelumnya, Juli dan Agustus, sudah turun," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (25/10).

Baca juga: KPPOD: Arahan Pengelolaan APBD Jangan Hanya Jadi Macan Kertas

Besarnya dana pemda yang tersimpan di perbankan, lanjut dia, disebabkan tingkat penyerapan belanja modal di daerah masih rendah. Selain itu, masih terdapat daerah dengan nilai dana di bank yang melebihi kebutuhan biaya operasional tiga bulan ke depan.

Bahkan, posisi dana pemda di perbankan pada September 2021 jauh lebih tinggi dari posisi Juni 2021, yang tercatat Rp190,13 triliun. Namun, posisi dana pemda di perbankan pada periode tersebut lebih rendah dari posisi dua tahun sebelumnya.

Tercatat pada September 2020, dana pemda di perbankan mencapai Rp239,53 triliun. Lalu, pada periode serupa di 2019 sebesar Rp245,58 trilun. "Dibandingkan dua tahun terakhir, simpanan pemda di perbankan lebih rendah. Ini tetap menjadi persoalan dari sisi jumlah simpanan," pungkas Ani, sapaan akrabnya.

Baca juga: Dikabarkan Pailit, BUMN Ogah Suntikan PMN ke Garuda

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja APBD mengalami kontraksi 2,11% (year on year/yoy). Tercatat per September 2020, belanja APBD mencapai Rp616,59 triliun, sedangkan pada September 2021 hanya Rp603,57 triliun.

Adapun belanja kesehatan di APBD terpantau minus 3,7%. "Ini sangat kontras dengan belanja pemerintah pusat di bidang kesehatan, yang justru melonjak sangat tinggi," kata Bendahara Negara.(OL-11)
 

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Kemenkeu: Upaya Pembiayaan Anggaran Cukup Menantang

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:26 WIB
"Kenaikan Fed Fund Rate (FFR) atau suku bunga acuan The Fed ini membuat volatilitas semakin meningkat di pasar saham dan SBN (Surat...
Dok. WALI

Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Franchise & License Expo Indonesia Kembali Digelar

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:24 WIB
anyak konsumen yang menunda melakukan pembelian saat pandemi, sehingga saat pandemi mulai landai, permintaan tersebut melonjak...
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/

Menkominfo: Investor Sampaikan Minat Kembangkan 5G di Indonesia

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 25 Mei 2022, 21:01 WIB
Minat investor tersebut juga diperkuat dengan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh sebesar 5,01 persen pada kuartal pertama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya