Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa tren restrukturisasi kredit yang dilakukan oleh industri perbankan terus melandai dengan membaiknya kondisi pandemi covid-19.
"Restrukturisasi kredit posisi terakhir mencapai Rp744,75 triliun. tren restrukturisasi kredit terus melandai dan bahkan kami harapkan angka terakhir sudah lebih rendah dari itu, kira-kira sudah mencapai Rp720 triliun," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam acara pembukaan Capital Market Summit & Expo 2021, Kamis (14/10).
Wimboh menilai hal tersebut tak lepas dari sinergi kebijakan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan selama masa pandemi ini, khususnya melalui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan.
"Itu merupakan payung hukum kita semua dalam menangani pandemi covid-19 bagi perekonomian kita dan sektor keuangan. Kebijakan-kebijakan tersebut juga kami lakukan dengan sangat hati-hati dan terintegrasi seluruh sektor," ujarnya.
Wimboh menambahkan berbagai upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, otoritas keuangan, dan berbagai pihak juga menunjang kembalinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke posisi prapandemi. "Pada 8 Oktober 2021, IHSG tercatat pada level 6.481,77 atau tumbuh signifikan 8,41% year to date dengan aliran dana nonresiden tercatat masuk sebesar Rp28,38 triliun year to date. Seiring dengan perkembangan yang menggembirakan tersebut, tercatat pula preferensi investor asing dari SBN kita. Ini merupakan indikasi bukan saja domestik tapi juga global, sudah memberikan sinyal positif terhadap Indonesia," ucap Wimboh.
Hal itu, lanjut Wimboh, juga dibuktikan dengan penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 5 Oktober 2021 telah mencapai Rp266,82 triliun dari 35 emiten baru yang melakukan penawaran umum. Capaian tersebut melampaui penghimpunan dana pada 2020 yang hanya Rp118 triliun.
Selain itu, pasar modal telah mencatatkan lonjakan pertumbuhan investor ritel yang signifikan. Hingga September 2021 ada 6,4 juta investor atau tumbuh 100,51% secara tahunan.
Di tengah fluktuasi ekonomi global, OJK juga terus mengamati kondisi domestik, khususnya terkait pemulihan mobilitas dan juga konsumsi masyarakat. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebanyak 55,07% berasal dari konsumsi rumah tangga sehingga strategi percepatan perekonomian ke depan harus difokuskan pada beberapa hal.
"Pertama keberhasilan penanganan pandemi melalui akselerasi vaksinasi nasional dan kesiapan fasilitas kesehatan sebagai langkah yang preventif dan antisipatif. Ini akan terus dilakukan. Kedua, arah kebijakan fiskal dan moneter di negara maju dan normalisasi ini jadi perhatian sehingga kita harus bisa memitigasi dampak potensi negatif supaya kita bisa tetap resilient meski ada normalisasi kebijakan moenter di beberapa negara maju," tuturnya.
Ketiga, upaya mendorong permintaan domestik. Menurut Wimboh, dengan mobilitas yang lebih longgar diharapkan bisa menjadi sumber pertumbuhan yang paling besar dalam perekonomian nasional. Di samping itu, ujar Wimboh, upaya mendorong produksi produk yang berorientasi ekspor perlu tetap terus dilakukan.
"Tekstil demand-nya cukup besar di global. Kami mengharapkan produksi tekstil di Indonesia tidak terganggu sehingga ini potensi yang besar bagi kita baik pembiayaan-pembiayaan maupun kebijakan kita arahkan agar punya competitive advantages dari produk tekstil yang permintaan di global luar biasa," ucap Wimboh.
Baca juga: OJK: Masyarakat Harus Bisa Bedakan Pinjol Ilegal dan Fintech Lending
Berikutnya, pemulihan ekonomi pada sektor yang terdampak langsung oleh pandemi juga akan terus dipantau oleh OJK dan restrukturisasi akan terus dilakukan. "Dan bagaimana kita bisa memberikan top up pinjaman terhadap sektor tersebut sehingga pada saatnya apabila sektor pariwisata ini sudah bangkit kembali, kita siap melayani dari berbagai transportasi hotel, kafe, dan servis-servis lain. Jangan sampai begitu pariwisata normal, ternyata kita tidak siap men-serve ada potensi besar dari pariwisata tersebut," pungkasnya. (OL-14)
OJK meluncurkan Indonesia–UK Working Group on Climate Financing dan menegaskan ketahanan perbankan dalam menghadapi risiko iklim.
Dana tersebut diindikasikan digunakan antara lain untuk kepentingan pribadi, pembayaran bunga deposito yang telah dicairkan tanpa sepengetahuan deposan
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
OJK memberikan sanksi denda senilai Rp5,7 miliar kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan manipulasi harga saham PT Impack Pratama Industri Tbk atau IMPC untuk saham gorengan
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) tengah mendalami 32 kasus dugaan pelanggaran pasar modal, termasuk manipulasi harga dan insider trading.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) membongkar kasus manipulasi saham yang melibatkan influencer atau pegiat media berinisial BVN, atau diduga Belvin Tannadi.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved