Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2025. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 5,97% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.416,62 triliun. Pertumbuhan ini terjadi di seluruh segmen pinjaman, dengan dominasi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan porsi pembiayaan ke UMKM mencapai 80,32% dari total kredit atau sebesar Rp1.137,83 triliun.
“Hal ini merupakan wujud komitmen BRI dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional dari level paling bawah atau ekonomi grassroot,” ujarnya dalam konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan BRI Kuartal II secara daring, Kamis (31/7).
Kualitas kredit BRI juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 3,23%, sementara NPL net berada di level 0,99%. Perbaikan ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam menjaga kualitas aset di tengah ekspansi pembiayaan.
Dari sisi pendanaan, BRI menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.482,12 triliun, tumbuh 6,7% yoy. Porsi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) meningkat signifikan menjadi 65,51%. Pertumbuhan CASA mencapai 10,6% yoy, ditopang kenaikan giro sebesar 16,1% yoy dan tabungan sebesar 6,8% yoy.
Dari hasil kinerja tersebut, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp26,53 triliun hingga akhir kuartal II-2025. Menurut Hery Gunardi, pencapaian ini merupakan hasil dari kinerja yang secara bertahap semakin membaik. Hal ini tercermin dari pertumbuhan positif pada transaksi di berbagai kanal.
"Alhamdulillah, secara gradual sudah menunjukkan kinerja yang lebih baik. Tercermin dari pertumbuhan positif dalam transaksi berbagai kanal, baik itu untuk segmen ritel, merchant, maupun korporasi," jelasnya.
Pertumbuhan CASA yang konsisten juga telah mendorong efisiensi biaya dana, memperkuat fundamental dan ketahanan bisnis BRI. Total aset pun meningkat sebesar 6,5% yoy menjadi Rp2.106,4 triliun.
Untuk memperkuat pencapaian ini, BRI terus menjalankan transformasi berkelanjutan melalui inisiatif BRIVolution Reignite. Program ini secara resmi dimulai dengan peluncuran BRIVolution Initiatives Phase 1-Kicking Off a New Horizon pada 3 Juli 2025.
Transformasi BRIVolution Reignite difokuskan pada empat aspek utama, dua di antaranya adalah penguatan pendanaan (funding engine). Strategi ini bertujuan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang melalui peningkatan dana murah dan efisiensi biaya dana.
Kemudian, efisiensi biaya kredit UMKM (cost of credit). Mengingat UMKM adalah kekuatan inti BRI, perseroan melakukan pembenahan proses bisnis serta memperkuat sistem monitoring risiko untuk menjaga pertumbuhan kredit UMKM yang sehat dan berkelanjutan. (E-3)
Transformasi ekosistem Ultra Mikro menjadi salah satu fokus utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) pada 2026 sebagai bagian dari Holding UMi bersama BRI dan Pegadaian.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mengembangkan segmen bisnis konsumer sekaligus memperkuat kedekatan dengan nasabah melalui program BRI Consumer Expo.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Sebanyak 600 unit akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana Aceh.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) optimistis kinerja perseroan akan terus membaik seiring berjalannya transformasi perusahaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara resmi menghadirkan kartu debit edisi khusus hasil kolaborasi eksklusif dengan FC Barcelona
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved