Kamis 07 Oktober 2021, 07:50 WIB

Harga Emas Naik Tipis Menanti Data Pasar Pekerjaan AS

Muhamad Fauzi | Ekonomi
Harga Emas Naik Tipis Menanti Data Pasar Pekerjaan AS

Ant/Suriani Mappong
Emas batangan

 

EMAS sedikit menguat dalam perdagangan yang ketat pada akhir transaksi Rabu atau Kamis pagi WIB (7/10) di tengah kemunduran dalam imbal hasil obligasi pemerintah, meskipun dolar yang lebih kuat membatasi kenaikan logam safe-haven, dengan para investor menunggu data pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, merangkak naik 0,9 dolar AS atau 0,05 persen, menjadi ditutup pada 1.761,80 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (5/10/2021), emas berjangka merosot 6,7 dolar AS atau 0,38 persen menjadi 1.760,90 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 9,2 dolar AS atau 0,52 persen menjadi 1.776,60 dolar AS pada Senin (4/10/2021), setelah naik moderat 1,4 dolar AS atau 0,08 persen menjadi 1.758,40 dolar AS pada Jumat (1/10/2021), dan melambung 34,1 dolar AS atau 1,98 persen menjadi 1.757 dolar AS pada Kamis (30/9/2021).

"Emas telah mengambil kursi belakang untuk aset aman lainnya, dan banyak bergantung pada data penggajian non-pertanian AS, dengan logam kemungkinan akan bergerak menyamping sampai saat itu," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun mundur setelah mencapai level tertinggi lebih dari tiga bulan, tetapi tetap di atas 1,5 persen.

Mengambil isyarat dari lonjakan harga-harga energi yang dapat memacu inflasi dan kenaikan suku bunga, dolar AS menguat, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, dan membatasi kenaikan lebih lanjut.

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena Automated Data Processing Inc. melaporkan pada Rabu (6/10/2021) bahwa pekerjaan sektor swasta meningkat 568.000 pada September, lebih baik dari yang diharapkan.

Menyusul data yang menunjukkan kenaikan kuat dalam lapangan pekerjaan swasta AS pada September, fokus investor beralih ke data penggajian non-pertanian (NFP) utama AS pada Jumat (8/10/2021) yang diperkirakan akan menentukan rencana tapering Federal Reserve.

Xiao Fu, kepala strategi pasar komoditas di Bank of China International, mengatakan bahwa meskipun data penggajian non pertanian tidak “spektakular dan sesuai dengan harapan”, beberapa anggota Fed sudah berpikir bahwa persyaratan untuk tapering telah terpenuhi, dan itu memberi tekanan pada emas.

Pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi dapat menumpulkan daya tarik emas, karena hal itu berarti peluang kerugian yang lebih tinggi memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 7,6 sen atau 0,34 persen, menjadi ditutup pada 22,532 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 17,4 dolar AS atau 1,81 persen menjadi ditutup pada 977,2 dolar AS per ounce.

Sementara itu, Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar, melonjak 6,27 persen menjadi 54.728,39 dolar AS, tertinggi sejak Mei. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Dolar Naik Terpicu Kekhawatiran Inflasi

Baca Juga

 FOTO ANTARA/Jo Seng Bie

McDermott Indonesia Mengaku Puas Berinvestasi di Batam

👤Hendri Kremer 🕔Senin 08 Agustus 2022, 20:15 WIB
Sampai 2024, perusahaan akan merekrut tenaga kerja hingga 12 ribu...
DOK Sinar Mas Land.

Permintaan Properti Komersial Naik, Sinar Mas Land Luncurkan Ruko Greenwich Business Park

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:50 WIB
Menyambung keberhasilan tersebut, Sinar Mas Land kembali meluncurkan produk komersial terbaru di BSD City yakni Greenwich Business...
ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Ekonomi Riau Naik Tinggi Karena Sektor Pertanian Tumbuh Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 19:48 WIB
Pada triwulan I tahun 2022 pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau sukses menepati peringkat lima terbesar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya