Senin 04 Oktober 2021, 15:52 WIB

Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Topang Perekonomian

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Topang Perekonomian

Antara
Pekerja mengemas abon ikan cakalang di UMKM Nachafood, di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Senin (5/7).

 

PEMERINTAH berharap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat menopang dan mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau dan berdialog di Kota Ambon.

"Harapan Pemerintah, KUR dapat membantu UMKM dan menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional, termasuk membantu pengusaha UMKM di Kota Ambon ini untuk dapat bertahan di tengah pandemi," ujarnya dikutip dari siaran pers, Senin (4/10).

Pada kesempatan tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Sekretariat Komite Kebijakan Pembiayaan bagi UMKM menyelenggarakan acara “Optimalisasi Penyaluran KUR untuk Meningkatkan Kesejahteraan UMKM dan Pemulihan Ekonomi”.

Melalui kegiatan itu diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan lembaga penyalur KUR serta penjamin KUR dalam mengakomodir aspirasi masyarakat dan mengoptimalkan penyaluran KUR, sebagai langkah strategis untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Bersamaan dengan acara itu juga digelar pameran dari beberapa UMKM di Kota Ambon yang menjadi binaan penyalur KUR. Kegiatan tersebut menjadi aksi nyata Pemerintah dalam mengoptimalkan penyaluran KUR di Provinsi Maluku bersama stakeholders penyalur dan penjamin KUR, yaitu Bank BRI, Bank BNI, Bank Mandiri, Askrindo, dan Jamkrindo.

"Semoga KUR dapat terus mendampingi UMKM mengembangkan usaha dalam memulihkan perekonomian daerah maupun nasional," kata Airlangga.

Airlangga turut mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan agama. Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mendapat laporan perkembangan penanganan pandemi covid-19 di Kota Ambon dan peran para tokoh agama dan masyarakat tersebut dalam menyukseskan penanganannya dengan mendorong vaksinasi dan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Selain itu, pembahasan juga dilakukan terkait dengan pemulihan ekonomi dan pembangunan di Provinsi Maluku.

"Pertumbuhan ekonomi sudah baik di Maluku, PDRB Kuartal 2-2021 yaitu 4,53%, dan ini sudah berada dalam jalur positif. Kita akan terus dorong bahwa ekonomi rakyat terus digelontorkan. Pemerintah juga terus mendorong Program Kartu Prakerja, jumlah penerimanya di 2021 di Maluku meningkat dua kali lipat dibandingkan 2020. Kami sudah diprioritaskan di timur, jadi semakin banyak anak muda kita yang mendapatkan Kartu Prakerja," terang Airlangga.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir, pada kesempatan yang sama melaporkan bahwa pencapaian realisasi KUR pada masa pandemi di 2020 tercatat sebesar Rp198,53 triliun atau lebih tinggi dibandingkan pada masa pra-covid 2019 yang sebesar Rp140,1 triliun.

Pada masa pandemi covid-19 dua tahun terakhir, pemerintah telah membuat berbagai program kebijakan KUR dan pembiayaan bagi UMKM, di antaranya pada 2021 memberikan tambahan subsidi bunga sebesar 3%, sehingga suku bunga menjadi hanya 3% sampai akhir 2021.

Pemerintah juga telah meningkatkan plafon KUR dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun, menaikkan plafon KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta, serta mewajibkan peningkatan ketentuan porsi kredit UMKM menjadi paling sedikit sebesar 30% pada Juni 2024.

Kinerja penyaluran KUR terus meningkat, realisasi di tahun ini sampai dengan 27 September 2021 telah mencapai Rp200,26 triliun (70,27% dari target 2021 sebesar Rp285 triliun) dan diberikan kepada 5,39 juta debitur. Dengan demikian, total outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp321 triliun dengan NPL tetap terjaga di kisaran 1,14%.

Penyaluran KUR di Provinsi Maluku sejak Januari 2021 hingga 27 September 2021 telah mencapai Rp768,51 miliar kepada 26.660 debitur. Porsi penyaluran KUR di Provinsi Maluku selama 2021 per sektor terbesar adalah sektor perdagangan (55,66%), jasa-jasa (19,25%), serta pertanian, perburuan dan kehutanan (12,72%).

Sektor pertanian dan perikanan merupakan salah satu sektor pendukung ekonomi Provinsi Maluku yang dibuktikan dengan realisasi KUR yang tercatat sebesar Rp97,78 miliar (12,72%) dan Rp56,48 miliar (7,35%).

Sementara itu, penyaluran KUR di Kota Ambon sejak Januari 2021 hingga 1 Oktober 2021 telah mencapai Rp131,6 miliar kepada 4.081 debitur. Porsi penyaluran KUR di Kota Ambon selama 2021 per sektor terbesar yaitu sektor perdagangan (54,26%), jasa-jasa (36,72%), serta pertanian, perburuan, dan kehutanan (3,43%).

Komposisi penyaluran KUR pada sektor pertanian dan perikanan di Ambon tercatat masing-masing sebesar Rp4,51 miliar (3,43%) dan Rp2,88 miliar (2,18%). "Hal ini menandakan masih terbukanya peluang penyaluran KUR pada kedua sektor tersebut," pungkas Iskandar. (E-3)

Baca Juga

Dok. Exquise Pattisserie

Ekspansi ke Luar Jakarta, Exquise Pattisserie Luncurkan Kue Hampers Natal dan Tahun Baru 

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 03 Desember 2021, 18:43 WIB
CEO Exquise Group Andrye Setiawan mengatakan, dibukanya gerai di Serpong karena tingginya antusiasme penikmat kue premium yang disajikan...
Dok. Setpres

Jokowi Tuntut Kadin Berperan Terkait Agenda Presidensi G20

👤Dhika kusuma winata 🕔Jumat 03 Desember 2021, 18:43 WIB
Jokowi mengatakan saat ini bandul ekonomi dunia mulai bergerak ke arah ekonomi hijau termasuk sektor...
Antara/Reno Esnir

DPR Minta PLN Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Listrik 

👤Insi Nantika jelita 🕔Jumat 03 Desember 2021, 17:49 WIB
Menurutnya, rencana kenaikan tarif listrik akan memberatkan bagi konsumen yang sampai sekarang ekonominya masih terdampak pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya