Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar tidak ada pihak atau lembaga yang sengaja memonopoli pembayaran untuk mendapatkan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE).
Hal ini seiring pernyataan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang menolak penerapan sertifikasi yang berbayar hingga puluhan juta.
Diketahui, CHSE merupakan proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, destinasi dan produk pariwisata lainnya untuk menjaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan dan keselamatan.
"Kalau biayanya mahal, kami akan mendemokratisasi agar CHSE ini tidak lagi monopoli oleh suatu lembaga. Tapi, akan dijadikan sebuah standar, yang nanti setiap lembaga sertifikasi bisa melakukan audit," ungkap Sandiaga dalam Weekly Briefing virtual, Senin (27/9).
Sandiaga pun berjanji akan mendiskusikan keluhan ini dengan PHRI, yang dianggap sebagai mitra penting Kemenparekraf pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Tanah Air, untuk mencari solusi terkait masalah tersebut.
Dia pun meyinggung, selama ini pihaknya sudah memfasilitasi pemberian sertifikasi CHSE secara cuma-cuma alias gratis kepada pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baca juga : PHRI Tolak Program Sertifikasi CHSE yang Digagas Sandiaga
"CHSE ini biaya ditanggung pemerintah. Pada tahun lalu ada enam ribuan yang kami tanggung dan tahun ini targetnya tujuh ribuan. Tentunya, pemerintah tidak bisa menanggung semua ini," kata Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.
Kedepan, pemberian sertifikasi CHSE akan ditujukan bagi pelaku usaha parekraf yang benar-benar membutuhkan, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dalam menjalankan roda bisnisnya selama pandemi.
Terpisah, Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono menyatakan, pihaknya menolak sertifikasi CHSE yang berbayar. Pasalnya, dia menyebur, biaya yang harus dirogoh oleh pihak hotel non-bintang misalnya, untuk memenuhi ceklis sertifikasi CHSE hingga Rp10 juta- Rp15 juta.
Hal ini dianggap memberatkan pengusaha hotel dan lainnya, di tengah sepinya pengunjung selama pembatasan aktivitas.
"Jika ini (CHSE) diwajibkan tentu sangat memberatkan kami. PHRI DKI Jakarta menolak jika CHSE diwajibkan. Mari cari solusi terbaik agar tidak menjadi beban bagi industri yang sedang merangkak untuk bangkit saat pandemi ini," ucapnya. (OL-7)
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
Swiss-Belhotel Pondok Indah mempersembahkan perayaan Imlek yang akan berlangsung pada Selasa (17/2), di Swiss-Café Restaurant, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Selain menu Timur Tengah, Neo+ Airport Jakarta tetap menyediakan hidangan favorit Nusantara dan Barat untuk memberikan variasi rasa yang lengkap.
Seluruh keseruan dan daya tarik tahun baru Imlek dapat dinikmati di Novotel Tangerang. Selain menyajikan hidangan khas Negeri Tirai Bambu, terdapat atraksi Barongsai hingga Kungfu Tea Master.
WINR resmi menggandeng Artotel Group untuk mengelola tiga proyek hotel di Kota Batam. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Perseroan
Sebagai bagian dari ARTOTEL Group yang mengusung konsep art, lifestyle, and experiential hospitality, De Braga by ARTOTEL terus mengembangkan pendekatan kreatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved