Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
INDIA akan menggelontorkan 257 miliar rupee (US$3,5 miliar atau sekitar Rp49,7 triliun) untuk insentif bagi sektor otomotif guna meningkatkan produksi mobil bersih. Ini menjadi usaha Negeri Bollywood itu untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari kesepakatan iklim Paris.
Dorongan untuk kendaraan listrik juga disebabkan kebutuhan untuk mengurangi polusi. Soalnya, kota-kota besar di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu memiliki tingkat udara paling kotor di dunia.
Skema tersebut akan memungkinkan India untuk mencapai lingkungan lebih bersih, kendaraan listrik, dan kendaraan sel bahan bakar hidrogen yang lebih ramah lingkungan, kata kabinet dalam suatu pernyataan, Rabu (15/9). "Ini akan menandai era baru dalam teknologi yang lebih tinggi, manufaktur otomotif yang lebih efisien dan hijau," tambahnya.
Insentif akan diberikan kepada produsen mobil dan drone di India selama periode lima tahun. Agar memenuhi syarat untuk skema tersebut, pabrikan baru atau yang sudah ada harus menginvestasikan setidaknya US$34 juta di India selama lima tahun, menurut publikasi bisnis lokal Bloomberg Quint.
Tidak ada rincian lebih lanjut tentang program yang dirilis oleh pemerintah pada Rabu. Akan tetapi dikatakan program itu diharapkan menghasilkan sekitar US$5,8 miliar dalam investasi baru dan menciptakan 750.000 pekerjaan.
Pengumuman itu muncul setelah laporan bahwa pelopor mobil listrik Tesla ingin memasuki pasar India. Analis sektor otomotif Awanish Chandra mengatakan kepada AFP bahwa skema tersebut merupakan pesan yang jelas dari pemerintah bahwa mereka ingin mendorong energi hijau.
"Ini kesempatan yang sama untuk semua orang. Pemerintah akan sangat senang jika Tesla datang dan melakukan investasi besar. Itu akan memberikan persaingan yang baik bagi pemain kami sendiri," katanya.
India merupakan penghasil karbon terbesar ketiga di dunia. Diperkirakan negara itu akan menjadi negara terpadat di dunia pada pertengahan dekade ini.
Baca juga: Indonesia, Selangkah Lagi Menuju Produsen Baterai Kendaraan Listrik Terbesar
Negara itu ingin melampaui target berdasarkan perjanjian iklim Paris 2015. Namun emisi karbon mereka masih berada tumbuh 50% pada 2040 didorong oleh industri dan transportasi. Sekitar 25 juta truk lagi diharapkan di jalan-jalan India pada 2040, menurut perkiraan oleh Badan Energi Internasional. (OL-14)
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Strategi ekspansi yang akan dilakukan kedua belah pihak yakni pengembangan way-side amenities (fasilitas peristirahatan) sebanyak 500 gerai dalam 5 tahun ke depan.
India adalah pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan sangat bergantung pada Timur Tengah untuk impornya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
Startup India Sarvam AI mengejutkan dunia dengan Sarvam Vision dan Bulbul, model AI lokal yang mengungguli Google Gemini dan DeepSeek dalam OCR dan suara.
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk meningkatakan kewaspadaan pencegahan virus nipah terutama saat bepergian ke negara-negara seperti India dan Banglades
Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia.
Sebanyak 180 ribu mobil listrik diprediksi mudik Lebaran 2026. Kemenko Infrastruktur & Entrev pastikan kesiapan SPKLU dan layanan pendukung bagi pemudik EV.
Disediakan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebanyak 13 unit di Rest Area Km 575 B dan 14 unit di Rest Area KM 575 A, yang beroperasional 24 jam.
Pemerintah percepat industri baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Entrev dan ESDM fokus siapkan SDM kompeten untuk dukung ekosistem EV nasional.
Maxus Indonesia meresmikan flagship dealer di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.
TRANSISI energi kerap dipahami sebagai agenda teknokratis: menurunkan emisi, membangun pembangkit surya, mempercepat kendaraan listrik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved