Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
Saham-saham Tiongkok naik tajam pada akhir perdagangan Senin (5/9), karena rencana bursa saham baru di Beijing dan serangkaian retorika ramah pasar dari para pejabat pemerintah telah meningkatkan sentimen.
Indeks saham-saham unggulan (blue-chips) CSI300 terangkat 1,9 persen menjadi menetap di 4.933,73 poin, sedangkan Indeks Komposit Shanghai bertambah 1,1 persen menjadi ditutup pada 3.621,86 poin.
Indeks yang melacak perusahaan-perusahaan besar yang tercatat di New Third Board (NTB-papan ketiga) Beijing melonjak 13 persen setelah Tiongkok mengumumkan rincian rencana Bursa Efek Beijing pada akhir pekan, yang akan berbasis pada NTB. Pasar STAR yang berfokus pada teknologi di Shanghai dan perusahaan rintisan di Shenzhen, ChiNext, juga melonjak lebih dari 2,0 persen.
"Kami percaya Bursa Efek Beijing (BSE) yang baru menawarkan pesan yang meyakinkan bahwa Tiongkok akan terus mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) yang inovatif secara teknologi untuk memanfaatkan pasar modal untuk pembiayaan,” kata Citi dalam sebuah catatan, Senin (6/9).
Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He mengatakan ekonomi swasta harus didukung dan bahwa “pedoman dan kebijakan untuk mendukung ekonomi swasta tidak berubah dan tidak akan berubah di masa depan.”
Selain itu, bank sentral dan regulator keuangan Tiongkok mengatakan selama akhir pekan mereka akan meningkatkan pembukaan sektor keuangan tingkat tinggi dengan mengoptimalkan pengaturan kelembagaan dan meningkatkan peraturan, lapor harian resmi China Daily.
Subindeks saham pialang naik 2,9 persen, karena investor bertaruh bursa baru Tiongkok akan meningkatkan bisnis penjaminan emisi mereka.
Sub-indeks kendaraan energi baru melonjak 4,5 persen, setelah wakil menteri industri Tiongkok mengatakan pada Sabtu (4/9/2021) bahwa negara itu diperkirakan akan menjual 1,7 juta kendaraan energi baru (NEV) dalam delapan bulan pertama tahun ini, naik dari 600.000 unit pada periode yang sama tahun lalu.
Sub-indeks perawatan kesehatan juga melonjak 4,5 persen, karena investor bergegas mengambil saham yang terpukul oleh peraturan yang akan membatasi keuntungan pembuat obat. Sebelumnya, indeks telah kehilangan 18,4 persen pada Juli dan Agustus.
Sub-indeks bahan pokok konsumen dan sub-indeks energi masing-masing ditutup naik 2,5 persen dan 2,8 persen. (Ant/OL-12)
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Benarkah gerhana bulan tanda bencana? Simak 5 mitos gerhana bulan dari berbagai budaya dunia, mulai dari naga langit hingga jaguar, serta fakta astronominya.
Pemerintah Tiongkok menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan militer terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Industri startup Indonesia yang semakin kompetitif tidak selalu memberikan ruang bertahan bagi perusahaan teknologi finansial.
IHSG Kamis pagi (5/3/2026) dibuka menguat 118,29 poin ke level 7.695,35. Simak analisis teknikal, kurs Rupiah terbaru, dan rekomendasi saham pilihan di sini.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, bukan karena sentimen domestik.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, dibuka melemah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak melemah terbatas pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026).
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (3/3) di tengah sikap pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved