Selasa 31 Agustus 2021, 17:56 WIB

Artificial Intelligence Tidak Bisa Cegah Kerugian Akibat BBM Oktan Rendah

mediaindonesia.com | Ekonomi
Artificial Intelligence Tidak Bisa Cegah Kerugian Akibat BBM Oktan Rendah

MI/Koresponden
Ilustrasi kendaraan mengisi BBM di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Rest Area tol arah Surabaya.

 

KENDARAAN keluaran terbaru yang sudah menerapkan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, tetap diharuskan memakai bahan bakar minyak (BBM) beroktan tinggi, seperti Pertamax series.

Sebab, AI tidak bisa mencegah kerugian jika kendaraan dipaksa memakai BBM beroktan rendah. Demikian disampaikan pakar motor bakar Institut Teknologi Bandung (ITB), Iman Kartolaksono Reksowardojo. 

“Programming yang dilengkapi AI memang bisa beradaptasi supaya tidak merusak mesin. Tetapi, tetap saja ada batasnya. Jika terus-menerus memakai BBM beroktan rendah maka tetap merugikan. Karena kosekuensinya adalah penurunan kinerja dan penurunan efiesiensi. Selain itu, emisi juga memburuk,” kata Iman kepada media pada Selasa (31/8). 

Menurut Ketua Ikatan Ahli Bahan Bakar Indonesia (IABI) tersebut, pemrograman AI memang membuat motor lebih fleksibel terhadap kualitas BBM yang dikonsumsi.

Namun fleksibilitas yang bisa diadaptasi melalui Engine Control Unit (ECU) tersebut, memiliki limit dan terdapat sistem yang dikompromikan. Misal saja, melalui pengapian yang disetel menjadi lebih lambat. “Jadi, tetap saja ada kekurangannya,” kata dia.  

Untuk itulah Iman menyarankan, agar kendaraan yang dilengkapi dengan AI pun, tetap harus mengonsumsi BBM RON tinggi.

“BBM dengan oktan tinggi berdampak positif terhadap kendaraan bermotor. Tidak hanya bagi kendaraan yang dilengkapi dengan teknologi AI, namun juga kendaraan lain,” kata dia.

Iman menambahkan, kendaraan yang diisi dengan Pertamax series akan tahan terhadap temperatur dan tekanan tinggi, sehingga campuran bahan bakar dan udara tidak akan menyala dengan sendiri pada waktu langkah tekan. Dengan demikian, pembakaran hanya berasal dari api busi. Bukan karena temperatur dan tekanan yang tinggi yang berasal bukan dari busi.

Jangan lupa, jelas Iman, bahwa spesifikasi mesin kendaraan keluaran terbaru memang dirancang untuk BBM dengan RON yang tinggi. Dengan demikian, BBM yang dipakai juga harus sesuai.

“Kalau motor dirancang untuk oktan tinggi maka harus mempergunakan BBM dengan angka oktan tinggi. Jika tidak, maka akan terjadi off-design operation atau operasi mesin di luar perancangan,” imbuhnya.

Dampak pemakaian BBM beroktan rendah memang merugikan. Selain meningkatkan risiko kerusakan motor, jelas Iman, BBM RON rendah juga memperburuk emisi gas buang kendaraan bermotor, menurunkan unjuk kerja motor, membuat motor mengelitik (knocking), bahkan berpotensi membuat ruang bakar berlubang.

“BBM RON rendah bisa menyebabkan knocking atau mengelitik. Knocking harus dihindari, karena dalam kasus ekstrim bisa merusak mesin, membuat piston berlubang, serta menurunkan efisiensi dan menaikkan emisi gas buang,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ilustrasi

Pengertian Motif Ekonomi, Macam, dan Contohnya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Senin 08 Agustus 2022, 23:30 WIB
motivasi ekonomi adalah suatu alasan atau tujuan yang dimiliki seseorang untuk melakukan usaha yang berhubungan dengan...
ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Ponorogo Ekspor 300 Ton Rempah ke India

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:42 WIB
Sejumlah petani di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur kembali mengekspor rempah-rempah dalam volume besar ke India, yang dikirim secara...
Ist/BPJS Ketenagakerjaan

Perluas Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi dengan APHTN-HAN

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 22:31 WIB
BPJAMSOSTEK menggandeng Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) untuk mempercepat perlindungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya