Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67, ITB Perkuat Riset Berdampak dan Hilirisasi Bahan Alam

Naviandri
03/3/2026 22:59
Sidang Terbuka Dies Natalis ke-67, ITB Perkuat Riset Berdampak dan Hilirisasi Bahan Alam
Dies Natalis ITB ke-67.(Dok.ITB)

MENGUSUNG semangat penguatan riset dan inovasi untuk kemandirian bangsa, Institut Teknologi Bandung (ITB) memperingati Dies Natalis ke-67, melalui Sidang Terbuka yang diadakan di ITB Kampus Ganesha pada Senin (2/3). Peringatan ini juga menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen ITB sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak.

Dalam sambutannya Ketua MWA ITB, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya tata kelola yang adaptif dan akuntabel untuk menjawab tantangan global. Menurutnya, ITB memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional melalui sinergi antara kampus, pemerintah, dan dunia usaha, sehingga hasil riset dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan kebijakan publik.

“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi riset yang berdaya saing,” ungkapnya.

Ketua Senat Akademik (SA) ITB, Edy Tri Baskoro menegaskan bahwa transformasi institusi harus tetap berlandaskan mutu akademik. Kebebasan akademik, integritas ilmiah dan standar kualitas yang tinggi menjadi fondasi dalam menjaga marwah ITB sekaligus memastikan kontribusi keilmuan yang relevan bagi pembangunan nasional.

Sementara itu, Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara dalam pidatonya menegaskan arah strategis ITB menuju target peringkat 150 World University 2030. Capaian tersebut bertumpu pada kualitas insan akademik serta penguatan substansi tridarma yang sejalan dengan visi “ITB Berdampak”.

“Melalui kolaborasi lintas disiplin, penguatan tata kelola, dan perluasan jejaring internasional, ITB diarahkan untuk terus menghadirkan solusi atas tantangan nasional di bidang industri, energi, dan kesehatan,” terangnya.

ORASI ILMIAH
Dalam kesempatan tersebut Direktur Riset dan Inovasi ITB sekaligus Guru Besar dari Kelompok Keahlian (KK) Biologi Farmasi Sekolah Farmasi (SF) ITB, Elfahmi menyampaikan orasi ilmiahnya dengan topik “Hilirisasi dan Komersialisasi Riset dan Inovasi Bahan Alam Indonesia untuk Kemandirian Kesehatan”.

Elfahmi menyoroti besarnya potensi biodiversitas Indonesia sebagai sumber bahan baku obat dan produk kesehatan berbasis bahan alam. “Namun, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui proses hilirisasi yang terstruktur, mulai dari riset dasar, pengujian keamanan dan efektivitas, hingga pengembangan produk siap edar,” tuturnya.

Elfahmi menegaskan bahwa riset tidak seharusnya berhenti pada publikasi atau paten. Hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi produk yang bisa diproduksi, dimanfaatkan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Untuk itu, kolaborasi erat antara kampus, industri, pemerintah, dan regulator sangat diperlukan,” tandasnya.

Menurut Elfahmi kemandirian kesehatan merupakan bagian dari kedaulatan bangsa. Dengan memperkuat riset dan produksi berbasis sumber daya alam dalam negeri, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus menjadi pemain utama dalam industri kesehatan berbasis bahan alam. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya