Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
EDUKASI literasi keuangan untuk pelajar SD (Sekoh Dasar) dan setingkatnya mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Terkait edukasi literasi keuangan, Permata Bank melalui Pertama Hati CSR dengan Pertama Bankir Cilik meluncurkan buku kumpulan cerita pendek (cerpen) yang berjudul ‘Kecil-kecil Pandai Menabung”.
Buku cerpen ini merupakan bagian dari seri komik untuk mengedukasi literasi keuangan melalui kacamata murid yang semakin memperkaya program Permata Bankir Cilik yang telah memasuki tahun ke-6.
Kecil-kecil Pandai Menabung merupakan hasil lima karya cerita pendek terpilih yang diseleksi dari 100 siswa SD dan SDLB dari Jakarta, Tangerang, dan Bandung peserta Permata Bankir Cilik.
Kelima cerpen ini dipilih berdasarkan ide cerita yang istimewa, keutuhan dan kerunutan alur cerita, adanya pesan yang mengajak pembaca untuk dapat mengelola uang dengan bijak, serta tata bahasa yang baik.
Permata Bankir Cilik merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) Permata Bank, PermataH ati, yang bertujuan memberikan edukasi literasi keuangan untuk pelajar SD dan setingkatnya sehingga menginspirasi generasi muda untuk menjadi Duta Menabung.
Sebagai hasil dari kegiatan yang berlangsung selama tiga bulan, para Duta Menabung diminta untuk membuat karya cerita pendek tentang konsep 3-in (Tabung-in, Jajan-in, Bagi-in) dimana lima karya terbaik diluncurkan dalam sebuah buku cerpen.
Dengan bekerja sama dengan PiBo, sebuah platform digital library, Permata Bank telah menyusun Modul Finansial interaktif dalam bentuk buku cerita digital bergambar yang dapat diakses oleh para Duta Menabung serta teman-teman mereka, dan mempublikasikannya secara digital sejak tahun 2019.
Menyambut peluncuran cerpen, Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan OJK, Edwin Nurhadi mengatakan, “Kami menyadari melakukan penetrasi literasi dan inklusi keuangan kepada anak, terlebih lagi dalam kondisi pandemi Covid-19, adalah hal yang tidak mudah.”
“ Oleh karena itu, kami mengapresiasi upaya inovatif PermataBank melalui PermataHati dengan menghadirkan program PermataBankir Cilik, serta meluncurkan buku-buku edukasi literasi keuangan anak secara digital,” kata Edwin dalam keterangan pers, Sabtu (21/8).
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, mengatakan,“Dengan semua aktivitas belajar dan mengajar yang serba online, kini kebutuhan akan media pembelajaran digital semakin bertambah. “
“Apalagi yang disajikan dengan gambar atau ilustrasi menarik dan dekat dengan keseharian anak-anak seperti buku “Kecil-Kecil Pandai Menabung” ini,” jelasnya.
“Dengan demikian, diharapkan pesan kebaikan yang terkandung di dalam buku akan lebih mudah tersampaikan dan diserap anak-anak yang membaca. Kami berharap buku ini bisa memperkaya ragam buku anak Indonesia, serta menginspirasi mereka untuk memulai kebiasaan baik menabung mulai sekarang,” tutur Sri.
Di sisi lain, Direktur Hukum dan Kepatuhan Permata Bank, Dhien Tjahajani sebagai pembina PermataBankir Cilik mengatakan,”Situasi pandemi tidak menyurutkan semangat PermataBank untuk terus menggiatkan program literasi keuangan sejak dini.”
“ Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi, kami melihat peluang untuk menyebarkan literasi keuangan melalui media digital. Kali ini kami sangat terkesan melihat kreativitas, imajinasi dan keragaman cerpen yang dihasilkan para Duta Menabung Permata Bankir Cilik sekaligus menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka,” jelasnya.
“Semoga buku ini benar-benar bisa menjadi wadah pembelajaran bagi anak-anak kita dan memotivasi mereka untuk memulai kebiasaan baik menabung sejak dini,” tambah Dhien.
Ke-lima cerpen yang terpilih dalam buku “Kecil-kecil Pandai Menabung” adalah: 1.“Mainan Baru untuk Alif”, karya Mayda Safira Putri (SDN Pondok Jaya 02, Tangerang Selatan). 2.“Keinginan Mira”, karya Zaskia Amanda (SDN 200 Leuwipanjang, Bandung).
3.“Hadiah untuk Deano”, karya Gregoria Audrey Helena Putri (PKBM Alfa Omega, Tangerang). 4.“Menabung Jadi Beruntung”, karya Qalesya Elshine Deanov (SDN Pela Mampang 09, Jakarta). 5.“Kado Ulang Tahun untuk Dita”, karya Yumna Aufannida Mafaza (SDN Jurangmangu Timur 02, Tangerang Selatan)
Karya tersebut kemudian disunting oleh penulis buku anak, Nindya Maya. Dalam suntingannya Nindya berupaya untuk tetap menampilkan jiwa asli dari setiap naskah, sebagai perwujudan ide segar dari pemikiran dan sudut pandang seorang anak.
Adapun ilustrasi dalam buku ini digoreskan oleh tim Frosto Studio. Kumpulan cerpen “Kecil-kecil Pandai Menabung” nantinya dapat diakses melalui situs BacaPiBo.com.
Buku cerpen ini melengkapi dua buku literasi keuangan yang diluncurkan sebelumnya, yaitu Bintang Pandai Mengelola Uang dan Komik Literasi Keuangan.
Melihat antusiasme yang sangat baik dari pembaca dan pengguna PiBo serta kreativitas dan potensi Duta Menabung dari Permata Bankir Cilik telah menginspirasi Permata Bank untuk kembali mewujudkan buku edukasi keuangan bagi anak-anak usia dini.
Permata Bank berharap buku-buku ini dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya secara luas, baik oleh anak-anak maupun para orang tua. (RO/OL-09)
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved