Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KERJA sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) Satelit Indonesia Raya 1 (SATRIA-1) sudah mulai dibangun pada 2019 lalu. Hingga hari ini, pembangunan satelit masih dalam proses.
Rencananya, satelit internet menjadi satelit terbesar di Asia dan salah satu terbesar di dunia. Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) Adi Rahman Adiwoso mengatakan satelit ini merupakan terbesar di Asia, dengan 150 gigabyte/second.
Adapun digital processing mencapai 116 bing dan ketahanannya lebih dari 15 tahun. "SATRIA-1 ini memiliki tinggi 6,5 meter dan menjadikannya salah satu satelit terbesar di dunia dengan berat 4,5 ton," ujar Adi dalam groundbreaking di Cikarang, Rabu (18/8).
Baca juga: AIIB Setujui Dana US$150 Juta untuk Proyek Satelit di RI
"Karena menggunakan electric proportion untuk mengurangi jumlah bahan bakar. Serta, memiliki power yang cukup besar," imbuhnya.
Antena yang dibuat oleh perusahaan asal Tiongkok, merupakan salah satu antena terbesar di luar angkasa. Itu dengan panjang masing-masing 3,5 meter yang cukup besar untuk satelit. "Antena satelit diharapkan pada akhir tahun ini susah dikirimkan ke Indonesia untuk selanjutnya dirakit," imbuhnya.
Baca juga: Menkominfo: Jaringan 5G Bisa Tingkatkan Literasi Masyarakat
Lebih lanjut, Adi mengatakan semua sistem satelit ini diperkirakan ready for service pada Maret 2023. Dalam hal ini, pendukung sistemnya diharapkan berjalan baik pada November 2023.
"Kita terus tracking kemajuannya. sampai sekarang masih sesuai jadwal dan pembiayaan yang telah ditetapkan. Pembiayaan sendiri sebesar USD540 juta," jelas Adi.
Pembangunan satelit yang dimulai pada 2019 memiliki badan satelit yang terbuat dari karbon dan kevlar. Itu memiliki ketahanan yang kuat dan enteng. Serta, pemasangan peralatan chip dan atribut lainnya diharapkan selesai akhir 2021 atau awal 2022.(OL-11)
Samudra Europa berpotensi tidak memiliki dinamika geologis yang cukup untuk mendukung kehidupan, khususnya akibat minimnya aktivitas hidrotermal di dasar lautnya.
Telkomsat menghadirkan Satelit Merah Putih 2 sebagai bagian dari solusi sistem pertahanan dan keamanan nasional untuk mendukung kepentingan strategis bangsa Indonesia.
NASA menguji teknologi satelit baru bernama DiskSat di orbit rendah Bumi.
Peran satelit Telkomsat memungkinkan percepatan koordinasi tanggap darurat, distribusi bantuan yang lebih tepat sasaran, serta pemantauan dampak bencana secara real-time.
TEKNOLOGI Earth Intelligence dan Satelit internet of things (IoT) diperkirakan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan.
APPLE dikabarkan tengah mengembangkan teknologi berbasis satelit untuk perangkat iPhone. Memungkinkan pengguna memiliki jaringan telekomunikasi yang lebih kuat
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Otoritas Palestina meradang lantaran Israel kian memperketat kendali atas Tepi Barat.
Arah pembangunan ke depan harus seiring dengan penataan ulang kawasan hutan yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air.
Komitmen ini menjadi penting sehingga memiliki persepsi publik yang kuat dan rekam jejak positif di kalangan masyarakat luas.
Isu pendidikan juga menjadi catatan Menko Polkam, di mana terdapat aspirasi masyarakat untuk memiliki perguruan tinggi, spesifiknya kehadiran cabang Universitas Cenderawasih (UNCEN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved