Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM dari Policy Center ILUNI UI Haryadin Mahardika mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7,07% hanya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas. Hal itu terjadi lantaran kebijakan pemerintah cenderung menyelamatkan kelompok masyarakat tersebut.
"Ini (pertumbuhan tinggi) sepertinya berimbas ke pasar keuangan, cukup dominan ke sana. Ini berarti kita bisa melihat bahwa pertumbuhan ini berkualitas, tapi hanya untuk segmen tertentu. Kita bisa mengatakan, spill over dari pertumbuhan ini lebih ke kelas menengah ke atas," ujarnya dalam webinar Forum Diskusi Salemba bertajuk Tumbuh 7,07% pada Q2 2021: Cukup Berkualitaskah? yang diselenggarakan ILUNI UI, Sabtu (14/8).
Hal itu menurutnya dikonfirmasi dari berbagai data yang menunjukkan nominal simpanan uang dalam rekening di atas Rp5 miliar mengalami peningkatan. Mereka yang tergolong kaya menjadi semakin kaya karena nominal uang simpanannya dalam perbankan mengalami peningkatan.
Berbanding terbalik, kata Haryadin, dari berbagai data jumlah pemilik rekening dengan nominal di bawah Rp100 juta mengalami pengikisan jumlah uang simpanan. Hal itu menurutnya menjadi cerminan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tinggi hanya dinikmati masyarakat golongan menengah ke atas.
Baca juga: Hati-Hati, Mendorong PLTS Atap Berlebihan malah Ancam Sistem Kelistrikan
Dia tak menampik pemerintah telah memberikan ragam dukungan fiskal untuk menggenjot daya beli masyarakat. Sayangnya, dorongan untuk konsumsi itu tak dibekali lantaran stimulus yang diberikan hanya bersifat untuk menjaga daya beli masyarakat menengah ke bawah.
Alih-alih memberi bekal kepada masyarakat menengah ke bawah untuk berkonsumsi. Pemerintah justru mendorong masyarakat rentan miskin dan miskin melakukan utang untuk melakukan konsumsi.
"Konsumsi sekarang didorong oleh pemerintah, tapi pemerintah mendorong supaya masyarakat itu melakukan kredit atau pinjaman bisa ke fintech dan sebagainya untuk konsumsi. Ini satu yang hal yang baru sebenarnya, karena secara terstruktur dilakukan," imbuh Haryadin.
"Kemarin misalnya, salah satu petinggi Himbara mengatakan bahwa sekarang fokus dari perbankan adalah mempermudah kredit dan memperkecil scope kreditnya. Artinya masyarakat dipermudah untuk mendapatkan pinjaman supaya bisa berkonsumsi," sambung dia.
Padahal pemerintah juga bisa mendorong tingkat konsumsi masyarakat menengah ke bawah dengan menggunakan skema bantuan sosial tunai. Bantuan uang tunai itu dinilai dapat mendorong konsumsi rumah tangga ketimbang memberikan bahan pokok.
Belum lagi berdasarkan historinya, bantuan non tunai yang diluncurkan pemerintah kerap bermasalah, mulai dari sisi pendataan, penyaluran, hingga praktik lancung yang dilakukan oleh oknum-oknum penyalur bantuan.
"Kita ingin mendorong pemerintah kenapa bansos itu tidak dilakukan tunai saja, karena itu pasti mendorong daya beli masyarakat kecil. Kalau non tunai itu problemnya banyak sekali, dan menjadi sumber fraud, korupsi dan sebagainya," pungkasnya. (OL-4)
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp911,16 miliar untuk memberikan diskon transportasi selama periode mudik Lebaran 2026.
Indef menilai outlook negatif Moody’s mencerminkan kenaikan persepsi risiko, bukan pelemahan fundamental, sehingga menekan kepercayaan investor.
TRANSFORMASI sektor manufaktur, khususnya manufaktur padat karya, menjadi kunci utama untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved