Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan mengukuhkan sebanyak 2.000 petani milenial besok, Jumat (6/8).
Perhelatan akbar itu akan diselenggarakan secara daring dan luring sekaligus pembukaan pelatihan 1 (satu) juta petani dan penyuluh yang rencananya akan dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo.
Dijadwalkan juga hadir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selaku tuan rumah dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam konferensi pers
"Pelatihan Petani dan Penyuluhan, Pengukuhan Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan (DPM/DPA)" secara daring, hari ini.
Menurutnya, dengan hadirnya Presiden dan menteri-menteri nanti, menunjukkan bahwa pelatihan petani dan penyuluh sangat strategis dan penting berperan dalam pembangunan pertanian. Termasuk dengan keberadaan dari para petani muda atau duta petani milenial dan penyuluh itu sendiri.
"Ini juga wujud dan upaya Kementan untuk terus menggenjot SDM pertanian agar mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi dan daya saing dan berujung pada peningkatan SDM dan produksi kita," ungkap Dedi.
Lebih jauh dia mengatakan, ada tiga faktor yang menentukan keberhasilan pertanian yakni inovasi teknologi, sarana dan prasarana. Kemudian peraturan perundangan seperti Undang-undang, PP, Peraturan Gubernur, Peraturan Bupati, Peraturan Wali Kota, bahkan peraturam sampai tingkat kecamatan dan desa.
Baca juga: Produktivitas dan Mutu, Kunci Daya Saing Kedelai Nasional
Selain pelatihan inovasi teknologi berperan penting, lanjutnya, saat ini yang menggerakkan roda pertanian adalah para praktisi pertanian, yaitu petani. Peran dari sumber daya manusia pertanian.
Dari ketiga itu, lanjutnya, SDM pertanian yang memberikan kontribusi besar terhadap produktivitas, lebih dari 50 %.
"Kebangkitan pertanian memang harus dimulai dari keberadaan atau kebangkitan sumber daya manusianya sendiri. Petaninya, termasuk petani milenial, penyuluhnya. Kemudian ada kelompok taninya. Jadi, harus diawali dengan SDM yang mampu mengimplementasikam teknologi. Salah satu caranya dengan pelatihan seperti yang akan dibuka besok,"papar Dedi.
Adapun tema pelatihan yang akan dilaksanakan esok diantaranya mengenai pendampingan kredit usaha rakyat (KUR) dan juga terkait pupuk, pemupukan.
"Saya apresiasi pada Bank Himbara, Bank BNI, Bank Mandiri dan bank-bank lain, termasuk Bank Provinsi yang sudah mensuport. KUR yang dikeluarkan untuk mengenergizer,"katanya.
Dedi menjelaskan, dari target Kementan yang hanya 1 juta peserta, saat ini sudah melampaui. Ada sebanyak 1,5 juta peserta yang akan ikut pelatihan yang akan berlangsung hingga 14 Agustus mendatang. Pelatihan akan terus dilakukan dengan cara bertahap dan bergelombang.
Dia menyebut ada 5700 BPP Kostratani di Tanah Air yang sudah digerakkan menjadi tempat bersama untuk pelatihan. Selain itu juga ada di kantor-kantor kecamatan, desa, saung tani dan trmpat lain yang mendukung.
Pada kesempatan yang sama akan dilakukan pengukuhan 2.000 orang petani dari Sabang sampai Merauke, menjadi DPM/DPAyang rencananya juga akan dilakukan oleh Presiden Jokowi.
"Harapannya mereka jadi champion, harus jadi triger serta resonansi kepada petani muda lainnya di daerah. Mereka bisa jadi motivasi ke pada teman-temannya, generasi milenial untuk terjun berusaha dan membangun pertanian,"atanya.
Dari 2.000 DPM/DPA, Kementan menargetkan nantinya per orang bisa melahirkan 200 orang petani milenial baru di daerahnya. Dengan begitu, di akhir 2024 bisa ada 2.5 juta petani milenial baru sesuai target Kementan.(OL-4)
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
PROGRAM Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Petani muda
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved