Rabu 14 Juli 2021, 17:22 WIB

PLN akan Pensiunkan PLTU Secara Bertahap

Fetry Wuryasti | Ekonomi
PLN akan Pensiunkan PLTU Secara Bertahap

Antara
Pekerja melakukan proses pembangunan menara SUTET untuk sambungan PLTU.

 

PT PLN (Persero) telah menyusun road map untuk beralih dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Tujuannya, mencapai penggunaan pembangkit listrik berbasis energi bersih zero emisi karbon pada 2060. 

Secara bertahap, perseroan mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) hingga 2056. PLN juga tidak akan menambah kontrak baru untuk PLTU mulai 2022.

"PLN hanya akan menjalankan kontrak dari perjanjian pembelian tenaga listrik (Power Purchase Agreement) yang telah ditandatangani hingga kontraknya berakhir. Penambahan kapasitas didominasi energi baru terbarukan," ujar Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam seminar virtual, Rabu (14/7).

Baca juga: Dukung PPKM Darurat, PLN Gulirkan Stimulus Listrik

Perseroan juga mulai mempensiunkan PLTU batu bara dengan total kapasitas 50 gigawatt (GW) secara bertahap sebelum memasuki 2060. Seiring dengan rencana tersebut, PLN bakal menggunakan opsi pembangkit nuklir pada 2040 untuk menjaga kelancaran sistem kelistrikan dalam negeri.

Zulkifli memaparkan upaya mengistirahatkan PLTU dimulai pada 2025 dengan kapasitas hingga 1 GW. Pasokan listrik akan diganti dengan pembangkit EBT berkapasitas sama. Pada 2030, PLTU dengan teknologi subcritical dengan total kapasitas 1 GW mulai dipensiunkan. 

Baca juga: PLN Harus Kontribusi Signifikan Terhadap Pencapaian Zero Carbon

Lalu, pada 2035, PLTU teknologi subcritical kembali dipensiunkan dengan total kapasitas 9 GW. Setelah lima tahun kemudian, yakni pada 2040, PLTU dengan teknologi supercritical akan dipensiunkan dengan total kapasitas 10 GW. 

Pada 2045, PLTU dengan teknologi ultra supercritical akan dipensiunkan dengan total kapasitas 24 GW. Kemudian di 2055, PLTU ultra supercritical akan dipensiunkan dengan total kapasitas 5 GW. "PLN siap menjadi kekuatan menurunkan karbon," pungkas Zulfikli.

Adapun pengembangan pembangkit listrik EBT, dalam perencanaan berjalan mulai 2028. Sumber energi bersih ini diharapkan terus meningkat pada 2040 dan 2045. "Kemudian dekade berikutnya, seluruh pembangkit listrik berasal dari EBT. PLN telah berkomitmen untuk mencapai carbon neutral pada 2060," tutupnya.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Raih Penghargaan Skytrax, Citilink Diminta Menhub Konsisten Jaga Prokes

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 22 September 2021, 09:45 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi meminta maskapai Citilink terus menjaga penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama beroperasi di...
AFP

Harga Minyak Naik Moderat di tengah Kekhawatiran Permintaan Global

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 07:10 WIB
HARGA minyak naik moderat dalam sesi yang fluktuatif pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi...
Antara

Emas Naik lagi 14,4 dolar Imbas Kasus Evergrande

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 22 September 2021, 06:10 WIB
HARGA emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (22/9), karena kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya