Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dibiayai SMI, Pembangkit Listrik Minihidro Sion Bisa Beri Manfaat ke 15 Ribu Rumah

Ihfa Firdausya
12/11/2025 12:13
Dibiayai SMI, Pembangkit Listrik Minihidro Sion Bisa Beri Manfaat ke 15 Ribu Rumah
PLTM Sion(MI/Ihfa Firdausya)

Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sion di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, menjadi salah satu proyek energi terbarukan yang dibiayai PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan. Sebagai informasi, sektor energi terbarukan menjadi fokus pembiayaan SMI dengan target hingga 30% dari portofolio pada 2030. Media Indonesia pun berkesempatan mengunjungi PLTM Sion yang terletak di Desa Sionom Hudon Selatan tersebut, Selasa (12/11). PLTM ini dioperasikan oleh PT Citra Multi Energi (CME).

Berada di dataran tinggi Humbang Hasundutan, PLTM Sion memiliki kapasitas 10 megawatt. Kapasitas tersebut cukup untuk menyediakan listrik untuk sekitar 15.800 rumah. PLTM ini memiliki tinggi jatuh air atau gross head setinggi 81 meter. Daerah tangkapan airnya mencapai hampir 280 kilometer persegi.

Tenaga listrik yang dihasilkan di sini dialirkan ke gardu induk PLN. Dari gardu induk itu akan ditransmisikan ke seluruh Sumatra Utara. PLTM Sion sendiri memiliki jarak transmisi ke gardu induk PLN di Dolok Sanggul sejauh 43 kilometer.

Direktur Utama PT Citra Multi Energi (CME) B. Dwiadji Indratoto menyebut wilayah Humbang Hasundutan ini cocok untuk dibangun PLTM. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) adalah sumber energi terbarukan yang mengubah energi air dari aliran sungai kecil menjadi energi listrik.

Pembangkit ini memanfaatkan energi kinetik dari debit dan titik jatuh air untuk memutar turbin, yang kemudian menghasilkan energi mekanik dan diubah menjadi listrik oleh generator. Dwiadji menyebut curah hujan tahunan di wilayah PLTM Sion mencapai 3.200 millimeter dengan debit air pembangkitan atau plant discharge sebesar 19 meter kubik per detik.

"Hidropower itu yang dicari adalah debit, kecukupan dari air, sama tinggi jatuh. Hanya itu. Jadi kalau di sini itu posisinya curah hujannya 3.000, berarti airnya cukup. Dan kenapa pembangkit hidro itu adanya di gunung-gunung, karena kita cari head (tinggi jatuh air). Selama itu ada, kita bisa bangun pemangkit," ujarnya saat ditemui di PLTM Sion, Selasa (11/11).

Dwiadji mengatakan Sumatra Utara memiliki banyak potensi pembangunan pembangkit listrik tenaga air. "Sumatra Utara itu punya bukit barisan dari ujung sampai ujung, gunung-gunung. Head itu pasti kita dapatkan di situ," ungkapnya.

Proyek yang beroperasi pada 2020 ini mendapat dukungan pembiayaan dari SMI sebesar US$21,2 juta. Nilai proyeknya sendiri adalah US$30,8 juta.

"Proyek ini mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan dan juga berkontribusi dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan juga mendukung pencapaian SDGs khususnya nomor 1, 7, 9 dan 13," kata Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti dalam rangkaian Media gathering di Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, 10-12 November 2025.

Aradita menyampaikan sejumlah manfaat yang telah dirasakan berkat kehadiran PLTM Sion. "Pada 2024, PLTM ini telah menghasilkan 81,3 GWh energi bersih untuk mendukung kegiatan ekonomi-sosial. Ia juga turut berkontribusi terhadap pengurangan jejak karbon yang berwawasan lingkungan," ujarnya.

Dari aspek ekonomi, PLTM Sion menyediakan pasokan listrik yang stabil, membuka lapangan kerja lokal selama proses pembangunan dan konstruksi, serta menambah pendapatan asli daerah melalui pajak.

Dari aspek sosial, proyek tersebut meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan akses listrik yang lebih baik dan juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kemudian dari sisi lingkungan, PLTM ini menghasilkan energi bersih dan terbarukan dan tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang signifikan selama beroperasi.

Aradita mengatakan bahwa terbaru, SMI telah melakukan pembiayaan untuk dua PLTM yang saat ini sedang dalam pembangunan. "Yang satu mungkin diharapkan selesai di Desember tahun ini. Yang satunya lagi di tahun 2027. Kapasitasnya 13,5 mw untuk yang Desember ini kita COD, tahun 2027 itu 14,5 mw. Semua di Sumatra Utara," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik