Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN kinerja sektor pertanian turut ditentukan oleh kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pertanian.
Hal ini terungkap saat dilakukannya Koordinasi Pengawalan dan Pendampingan Food Estate Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 28-30 Juni 2021, di Hotel Grand Inna Kuta, Bali.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menekankan lima hal terkait program Food Estate tersebut. Pertama, kata Mentan, program Food Estate bukan sekadar tanaman padi, tetapi juga komoditas lainnya.
"Program Food Estate ini harus multi komoditas. Ada padi di situ, ada hortikultura dan lainnya," papar Mentan SYL.
Pertemuan Koordinasi Pengawalan dan Pendampingan Food Estate Sumba Tengah dibuka Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.
Turut hadir dalam kegiatan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sumba Tengah, para pengurus 5 Gapoktan Bersama, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bali, dan BPTP Bali.
Dalam sambutannya, Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian salh satunya adalah kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Bantuan Benih, bantuan alsintan, bantuan pupuk dan lain lain tidak akan berhasil kalau tidak dikelola SDM yang kompeten.
"Maka perlu diinventarisir kebutuhan kegiatan apa saja untuk meningkatkan kapasitas SDM baik penyuluh maupun petani," katanya.
Lebih lanjut Dedi menyampaikan tujuan pembangunan pertanian adalah menyediakan pangan untuk 273 juta rakyat Indonesia, meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan ekspor. Adapun kunci keberhasilan peningkatan produksi adalah peningkatan produktivitas.
"Cara meningkatkan produktivitas tersebut tentunya dengan dukungan sarana, prasarana dan teknologi, peraturan perudandangan dan SDM pertanian yang memberikan pengaruh terbesar yaitu 50%. SDM pertanian antaralain adalah petani, penyuluh," katanya.
Sedangkan teknologi adalah pengolahan tanah, penggunaan varitas unggul, pemupukan, pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panen.
Terkait pembangunan pertanian, penyuluh pertanian harus mengupayakan peningkatan produksi dengan intensifikasi dan ekstensifikasi, Diversifikasi pangan dengan mengkonsumsi pangan lokal jangan hanya beras. Cadangan pangan, lumbung harus dihidupkan dan tentunya Pertanian yang modern.
Ditambahkan Dedi, ciri pertanian modern adalah cepat, produktivitas tinggi, dan didukung pemanfaatan IT.
"Dengan cara yang modern, proses produksi bisa lebih cepat, apalagi dengan inovasi 4.0 semua dikendalikan dengan komputer atau internet of things. Selain itu menggunakan transplanter, drone, menggunakan dryer, RMU, robot, menggunakan artificial intelligence, agar pertanian lebih efisien," katanya.
Menurutnya, Food Estate (FE) merupakan program super prioritas, yang didukung tidak hanya oleh Kementerian Pertanian tetapi juga Kementerian lain seperti PUPR, Kemenkop , Kemen KLHK dan sebagainya.
"Dengan dukungan dari beberapa intansi tersebut diharapkan terjadi peningkatan Indeks Pertanaman (IP), sehingga terjadi peningkatan produksi dan produktivitas, untuk selanjutnya bisa diperhatikan hilirisasinya, sehingga petani tidak lagi menjual produk yang belum diolah tetapi menjual produk yang sudah diolah menjadi bahan pangan dan pakan olahan yang harganya jauh meningkat hingga 5 kali lipat," ujarnya.
Sumba Tengah mempunyai potensi untuk ditingkatkan IP-nya, potensi hilirisasi, peningkatan olahan produk pertanian.
Peningkatan IP dan hilirisasi bukan tergantung pusat tapi dari petugas dinas, penyuluh pertanian daerah dan masyarakat di Sumba Tengah.
Sementara itu, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya, menambahkan penyuluh pertanian di lapangan, di kabupaten, di provinsi bahkan di pusat, dapat membantu dalam meningkatkan nilai tambah.
"Sesuai anjuran Pak Menteri, agar perlu diinventarisir komoditi yang dapat di ekspor dari Sumba Tengah," katanya.
Sebagai informasi pertemuan koordinasi tersebut juga diisi oleh beberapa narasumber antara lain Dr Hermanto dari Biro Perencanaan, dan Hendra dari Ditjentan. (RO/OL-09)
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved