Jumat 25 Juni 2021, 19:36 WIB

BI: Transaksi LCS Bisa Tekan Dominasi Penggunaan Dolar AS

Fetry Wuryasti | Ekonomi
BI: Transaksi LCS Bisa Tekan Dominasi Penggunaan Dolar AS

Antara
Karyawan tempat penukaran valas saat menunjukkan uang dolar AS.

 

BANK Indonesia akan menerapkan penggunaan mata uang rupiah dan yuan Tiongkok dalam transaksi perdagangan atau kerja sama local currency settlement (LCS) mulai Juli 2021.

LCS merupakan kerja sama Indonesia dengan beberapa bank sentral negara lain. Tujuannya, mendorong penggunaan mata uang lokal dalam penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dan investasi langsung. Sehingga, dapat meningkatkan penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Transaksi LCS meliputi penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung. Serta, perdagangan antarbank untuk mata uang negara dituju dengan rupiah.

Baca juga: Prediksi BI, The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan pada 2023

“Dengan Tiongkok, kami sedang siapkan aturannya. Pada Juli atau kuartal III 2021, akan diluncurkan dan diterapkan,” jelas Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Donny Hutabarat dalam diskusi virtual, Jumat (25/6).

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini minat pelaku usaha dan perbankan di Indonesia tergolong tinggi untuk menerapkan LCS. Kondisi serupa juga terjadi dengan pelaku usaha di Tiongkok.

“Kalau kita diskusi dengan pelaku dan perbankan, minatnya tinggi. Nanti dengan Tiongkok, saya rasa juga paling cepat penggunaan LCS,” imbuh Donny.

Baca juga: BI Sempurnakan Ketentuan Sistem Monitoring Transaksi Valas

Untuk menerapkan LCS dengan mata uang negara lain, kata dia, tentu memerlukan sosialisasi. Tujuannya, agar transaksi dengan dolar AS tidak lagi mendominasi secara bertahap.

“Selama ini orang senang dengan dolar AS. Makanya perlu kebijakan yang membuat mereka beralih. Ada insentif yang diimplementasikan masing-masing negara. Dari sisi pelaku usaha masih melakukan itu,” pungkasnya.

Saat ini, Indonesia sudah menjalin kerja sama penggunaan mata uang lokal dengan Malaysia, Thailand dan Jepang. Kerja sama itu terkait perdagangan ekspor dan impor dengan negara mitra.(OL-11)

 

 

Baca Juga

Dok. Kemenhub

Kemenhub Bangun Pelabuhan Anggrek di Gorontalo lewat Skema KPBU

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:42 WIB
“Meskipun di tengah pandemi, tetapi kita terus berkomitmen melanjutkan pembangunan. Saya bersyukur dan senang, karena pembangunan...
Anara/Fikri Yusuf

62 Juta Lapangan Kerja Sektor Pariwisata Hilang di 2020, Sandiaga : Ini PR Besar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:11 WIB
Data dari Kemenparekraf menyatakan jumlah wisawatan mancanegara di Indonesia anjlok 75% hingga tahun ini, lalu jumlah wisatawan nusantara...
Dok. BTN

Kolaborasi BTN-KAS Gelar Drive-Thru Akad Kredit Massal Proyek Perumahan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:08 WIB
Gelaran ini merupakan inovasi BTN dan PT KAS untuk mempermudah konsumen dalam memiliki hunian di tengah pandemi Covid-19  yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya