Selasa 22 Juni 2021, 19:20 WIB

Tidak Ada Lockdown, Rupiah Bergerak Menguat

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Tidak Ada Lockdown, Rupiah Bergerak Menguat

Antara.
Karyawan bank menghitung uang rupiah dan dolar AS.

 

PERDAGANGAN nilai tukar rupiah ditutup menguat 22 poin di level Rp14.405 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.427. Pasar meresponS positif terhadap mata uang rupiah setelah Presiden Joko Widodo berkukuh tidak melakukan penguncian wilayah secara keseluruhan (lockdown), kendati perkembangan kasus covid-19 semakin 'menggila' dalam beberapa hari terakhir.

Kepala negara lebih memilih untuk memperkuat kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro. Direktur Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi melihat alam kondisi saat ini, apabila dilakukan pembatasan ketat (lockdown), pemerintah harus menghitung ulang estimasi biaya yang dibutuhkan.

Pada DKI Jakarta, misalnya, biaya untuk mencukupi seluruh kebutuhan masyarakat ibu kota jika diterapkan lockdown bisa mencapai Rp550 miliar/hari. Jika lockdown selama satu bulan, pemerintah harus menyiapkan anggaran sebesar Rp16,5 triliun.

"Sedangkan Pulau Jawa hampir semua zona merah. Berapa besar nominal dana yang harus dianggarkan pemerintah? Apalagi utang pemerintah saat ini sudah cukup besar yaitu di atas Rp6.000 triliun. Ini menjadi persoalan utama mengapa pemerintah tidak melakukan lockdown," kata Ibrahim.

Sedangkan pengetatan PPKM mikro mencakup beberapa poin, mulai dari mewajibkan para pekerja bekerja dari rumah sebanyak 75% untuk zona merah dan 50% untuk di luar zona merah. Selain itu, para pelajar wajib melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring untuk zona merah dan daerah lainnya mengikuti aturan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Bagi kegiatan sektor esensial seperti pelayanan dasar publik dan tempat kebutuhan pokok bisa berjalan dengan kapasitas 100%. Sementara untuk restoran, kafe, pedagang kaki lima, lapak di pasar dan pusat perbelanjaan memiliki kapasitas pengunjung 25% dengan jam operasional hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Selanjutnya taman umum dan area publik lain di zona merah ditutup sementara. Untuk zona lain dibuka dengan kapasitas 25%. Kemudian proyek konstruksi dapat beroperasi dengan protokol kesehatan.

Selain itu, kegiatan di tempat ibadah di zona merah ditiadakan. Kegiatan Hari Raya Iduladha akan dikeluarkan surat edaran tersendiri, termasuk kegiatan penyembelihan hewan qurban dan pembagiannya. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Sektor Properti Diprediksi Terus Bertumbuh Tahun Depan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 16:25 WIB
Pemerintah Indonesia pun menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2% pada 2022...
Antara

Pembatalan PPKM Level 3 Libur Nataru Bakal Bangkitkan Ekonomi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 07 Desember 2021, 16:17 WIB
Proses pemulihan ekonomi yang sudah berjalan dengan baik ini, harus dijaga bersama agar gairah ekonomi pada 2022 semakin produktif mengarah...
Dok. Kementan

Pemberdayaan Petani Lokal Kunci Indonesia Mampu Hadapi Situasi Sulit

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 15:21 WIB
MENCINTAI produk dalam negeri khususnya yang berkaitan dengan komoditas pangan hasil petani penting untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya