Rabu 16 Juni 2021, 11:33 WIB

Garuda Tutup Rute Penerbangan Melbourne dan Perth

 Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Garuda Tutup Rute Penerbangan Melbourne dan Perth

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra.

 

DIREKTUR Utama (Dirut) Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan menutup sementara rute penerbangan ke Melbourne, Australia. Hal ini dikarenakan untuk menyesuaikan frekuensi penerbangan yang terbatas akibat adanya pembatasan perjalanan selama pandemi.

"Melbourne iya. Kami menghentikan sementara (penerbangan) sampai kondisi membaik. Perth (Australia) ada juga rencana kita tutup," kata Irfan kepada Media Indonesia, Rabu (16/6).

Irfan menjelaskan, keputusan ini juga dilatarbelakangi oleh sikap Pemerintah Australia yang membatasi masuknya pesawat dari luar ke wilayah mereka hanya maksimal 50 orang. Selain itu, alasan lainnya karena trafik penerbangan yang jarang dari Jakarta-Melbourne atau ke kota lainnya di Australia.

"Selama ini penerbangan Garuda hanya seminggu sekali (ke Australia). Tapi yang Sidney masih jalan (rute penerbangan). Kami masih monitor terus," ungkap Dirut Garuda itu.

Irfan juga mengatakan, meski maskapai Australia, Qantas Airways telah menutup penerbangan internasional sejak tahun lalu akibat lonjakan kasus Covid-19, Garuda sebelumnya tetap membuka akses penerbangan ke Negeri Kangguru itu.

"Qantas kan sudah tutup semua penerbangan internationalnya dari tahun lalu. Tapi, kami terus bertahan karena penting rute itu. Ada kepentingan untuk WNI dan WNA Australia," pungkasnya.

Sebelumnya, Maskapai nasional itu diminta fokus menyasar pasar domestik guna menyelematkan bisnis perusahaan pelat merah yang terlilit utang hingga Rp70 triliun akibat pandemi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendorong langkah itu.

"Memang pergerakkan wisatawan nusantara ini menjadi andalan kita. Ada beberapa program yang kita giatkan seperti Bangga Berwisata di Indonesia. Ini diharapkan bisa dorong Garuda melewati masa-masa sulit," ucap Politikus Partai Gerindra itu, pada (7/6) lalu.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo membeberkan permasalahan pelik maskapai tersebut ialah selama ini terlalu banyak menyewa pesawat dengan harga yang mahal, hingga menimbulkan permasalahan jangka panjang sampai saat ini.

"Pesawat yang di sewa di masa lalu itu terlalu banyak dan kemahalan. Ini menjadi penyakit masa lalu Garuda, di mana cost structure-nya (struktur biaya) jauh melebihi dari maskapai yang ada," tuturnya. (Ins/OL-09)

Baca Juga

MI/Agung Sastro

Perbaikan Butuh Waktu Sebulan Telkom Minta Pelanggan Indihome Sabar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 23 September 2021, 12:35 WIB
VICE President Corporate Communication Telkom Pujo Pramono memperkirakan, proses perbaikan kabel laut yang terganggu akan berlangsung...
ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Menteri KKP Janjikan Perbaikan Pelabuhan Perikanan di 2022

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 23 September 2021, 12:10 WIB
Sejumlah indikasi pelabuhan perikanan belum memenuhi standar ialah adanya bau yang ditimbulkan dari aktivitas perikanan di sana dan belum...
DOK

Petani dan Pedagang Jagung Pertanyakan Peranan Kemendag

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 23 September 2021, 09:34 WIB
Ada 2 Kecamatan yang sejak dulu selalu memasuki masa panen pada akhir Oktober. Dua Kecamatan itu adalah Kecamatan Gerung dan Kecamatan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Sarjana di Tengah Era Disrupsi

Toga kesarjanaan sebagai simbol bahwa seseorang memiliki gelar akademik yang tinggi akan menjadi sia-sia jika tidak bermanfaat bagi diri dan orang banyak di era yang cepat berubah ini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya