Selasa 15 Juni 2021, 16:31 WIB

Keputusan Pembatalan Tarif Saldo ATM Link Diapresiasi

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Keputusan Pembatalan Tarif Saldo ATM Link Diapresiasi

Antara
Ilustrasi

 

KOMUNITAS Konsumen Indonesia (KKI) mengapresiasi keputusan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang sepakat membatalkan pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai di mesin ATM Link.

Sebelumnya, Himbara berencana untuk mengenakan biaya transaksi cek saldo dan tarik tunai di ATM Link per 1 Juni 2021. Adapun biaya cek saldo sebesar Rp2.500 dan tarik tunai sebesar Rp5.000, namun urung diterapkan.

"Konsumen Indonesia tentu mengapresiasi dengan keputusan pembatalan pengenaan biaya ini. Langkah yang diambil oleh Himbara telah tepat dan berpihak kepada konsumen maupun masyarakat Indonesia," kata Ketua Konsumen Indonesia David Tobing dalam keterangannya, Selasa (15/6).

David menyampaikan, para konsumen di Tanah Air berharap bank-bank BUMN dapat konsisten pada pelayanan yang prima dan menjaga hubungan yang baik kepada nasabah dengan tidak memberatkan pengenaan tarif lainnya.

Baca juga : Ekonomi Digital Bisa Diandalkan untuk Dongkrak Pertumbuhan

"Kalau bisa justru bank-bank BUMN mengadakan program yang dapat memberikan manfaat, misalnya memperpanjang program restrukturisasi hutang bagi nasabah yang terdampak covid-19," ucap David

Dia menambahkan usulan program lainnya yang bisa membantu konsumen ialah bank Himbara dapat memfasilitasi pencairan Jaminan Hari Tua yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, lalu mengadakan layanan mesin pencetak buku secara mandiri.

Di satu sisi, David menyatakan bahwa KKI akan mencabut laporan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang sebelumnya diajukan karena menilai adanya dugaan kartel dengan cara menerapkan biaya saldo dan tarik tunai yang seragam di sesama Himbara.

"KKI merespon positif langkah Himbara dengan segera mencabut laporan dugaan kartel di KPPU" jelas David.

Perlu diketahui, sebelumnya David dan KKI melaporkan Himbara ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia , Otoritas Jasa Keuangan dan terakhir ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Menteri BUMN karena Himbara akan melakukan pengenaan biaya cek saldo dan tarik tunai pada ATM Link. (OL-2)

 

Baca Juga

Setneg

Airlangga: Pemulihan Ekonomi Berkontribusi Positif pada Kinerja Emiten

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 27 Juli 2021, 23:47 WIB
Perbaikan kinerja emiten, sebut Airlangga, tak lepas dari intervensi pemerintah melalui program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi...
Dok. Jakmall

Bisnis Dropship Jadi Peluang Menarik di Tengah Pandemi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 27 Juli 2021, 23:34 WIB
Di hari jadinya yang ke-5, 1 Agustus 2021, Jakmall mengajak semua masyarakat Indonesia yang bermimpi untuk berbisnis dengan memulai...
Antara/Rivan Awal Lingga

Erick : BUMN Mesti Dorong Ekosistem Ramah Lingkungan untuk Generasi Masa Depan

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 27 Juli 2021, 22:41 WIB
"Inovasi ini bisa berupa premier listrik, di mana listrik ini berdasarkan renewable energy yang kita terus lakukan transformasi sampai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Membangun Konektivitas Segitiga Emas Jawa Bagian Tengah

 Untuk membangkitkan pertumbuhan perekonomian di Jawa bagian tengah, Tol Joglosemar menjadi salah satu solusi

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya