Jumat 11 Juni 2021, 10:50 WIB

Presiden Harap Bandara JBS Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Lilik Darmawan | Ekonomi
Presiden Harap Bandara JBS Percepat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

MI/Lilik Darmawan
Pesawat Citilink jenis ATR-72 dari Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, mendarat mulus di Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) Wirasaba,

 

PRESIDEN Joko Widodo mengharapkan keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman (JBS) akan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Selain itu juga meningkatkan meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah Provinsi Jawa Tengah, khususnya bagian barat dan selatan.

"Kita harapkan bandara ini akan memberikan kontribusi menumbuhkan ekonomi, tidak hanya di Kabupaten Purbalingga tetapi juga di Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, dan juga daerah sekitarnya termasuk Kebumen. Sehingga kita harapkan mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas logistik akan lebih baik sehingga akhirnya akan memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi pada wilayah di Jawa Tengah bagian selatan ini," kata Presiden usai peninjauan perkembangan pembangunan Bandara JBS Purbalingga, Jumat (11/6).

Kedatangan presiden yang didampingi ibu negara untuk meninjau langsung perkembangan pembangunan bandara tersebut. Presiden dan rombongan mendarat dengan pesawat khusus ATR 72-600 pukul 08.35 WIB.

"Pagi hari ini saya mengunjungi Kabupaten Purbalingga untuk melihat perkembangan pembangunan Bandar Udara Jenderal Besar Soedirman yang runway-nya telah selesai dibangun sepanjang 1.600 meter dan lebar 30 meter," ujar Presiden.

Selain memiliki landas pacu tersebut, bandara tersebut memiliki apron seluas 100 x 76 meter, dan taxiway sepanjang 70 x 13 meter. Dengan kapasitas tersebut, bandara dapat digunakan untuk melayani penerbangan pesawat jenis twin propeller seperti ATR 72-600.

"Meskipun terminalnya belum selesai, tetapi minggu yang lalu telah mulai dilakukan penerbangan dari Jakarta ke Purbalingga kemudian dari Purbalingga ke Surabaya oleh Citilink. Kita melihat juga penumpangnya lebih dari 70 persen, alhamdulillah,"tambahnya.

Menurut Presiden, pengoperasian bandara tanpa menunggu pembangunan terminal selesai menjadikannya lebih produktif dibandingkan jika harus menunggu terminal selesai dahulu. Cara-cara seperti itu juga diharapkan bisa diikuti oleh bandara-bandara lain yang kini masih dalam proses pembangunan.

"Ini bagus, saya senang meskipun terminalnya masih terminal darurat, belum selesai, tetapi airport-nya sudah dipakai. Saya kira ini akan lebih produktif seperti itu dari pada kita menunggu terminal harus selesai baru dilakukan penerbangan. Saya kira cara-cara cepat seperti ini yang akan terus kita lakukan terhadap juga airport yang lain yang dalam proses dibangun," jelasnya.

Sementara Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan bahwa Bandara Jenderal Besar Soedirman sudah memulai operasinya per tanggal 1 Juni 2021 dan kemudian dilakukan penerbangan komersial perdana per tanggal 3 Juni 2021.

Rencananya, pembangunan bandara akan dikembangkan dengan penambahan fasilitas panjang landas pacu menjadi 2.200 meter. Dengan kondisi tersebut, nantinya pesawat yang lebih besar seperti Airbus 320 dan Boeing 737-800 atau 737-900 sudah bisa mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman.

"Kapasitas terminal pun akan kemudian berganti yang sekarang masih dalam posisi terminal temporer akan kemudian menjadi permanen yang kemudian akan kami kembangkan dan insyaallah akan selesai dengan luasan 1.300 meter persegi pada awal 2023 nanti,"jelasnya. (OL-13)

Baca Juga: Hakim Federal Muslim Pertama dalam Sejarah Amerika Serikat

 

 

Baca Juga

coffeearks.com

Arabika Masih Jadi Primadona Ekspor Kopi Sumatra Utara

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 02:00 WIB
Ekspor kopi Sumatra Utara masih tetap didominasi jenis arabika, meski permintaan robusta masih tetap...
MI/Susanto

Perkuat Pencegahan Kejatahan Perbankan, LPS Gandeng Polri

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 16 Juni 2021, 00:25 WIB
Nota kesepahaman LPS dan Polri sangat penting bagi LPS untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi dan tugasnya sebagaimana diatur...
Ilustrasi

PHRI Setuju Hentikan Isolasi Mandiri di Hotel, Ini Alasannya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:29 WIB
Pembayaran terus ditunda sehingga berdampak pada operasional usaha. Hotel juga tidak bisa menerima tamu lain karena sudah dijadikan tempat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya