Rabu 09 Juni 2021, 19:29 WIB

RNI Jamin Harga Minimal Offtake Gula Petani Tebu Rp10.500/Kg

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
RNI Jamin Harga Minimal Offtake Gula Petani Tebu Rp10.500/Kg

Antara/Dedhez Anggara
Petani menggarap lahan tebu

 

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menjamin harga minimal offtake (kesepakatan antara produsen dan pembeli) gula petani tebu sebesar Rp10.500 per kilogram/kg.

Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi menjelaskan, upaya ini sesuai arahan Menteri Perdagangan (Mendag) M. Lutfi dan telah dikoordinasikan dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTRI) serta Asosiasi lainnya seperti Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Asosiasi Gula Rafinasi Indinesia (AGRI) serta BUMN PTPN III Holding. 

“Sesuai arahan Mendag untuk mengamankan harga penjualan gula petani sekaligus optimalkan offtake gula petani,” jelas Arief dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Mengenai harga minimal offtake gula, lanjut Arief, RNI telah memberikan jaminan secara tertulis kepada asosiasi salah satunya APTRI serta mensosialisasikan kepada pabrik-pabrik gula untuk memperkuat kemitraan dengan para mitra petani tebu rakyat.

Langkah itu diawali dengan pelaksanaan lelang gula yang dilakukan petani serta menjaga harga penjualan gula setiap periode/perminggunya di sejumlah wilayah operasional RNI.

Baca juga : Kelembagaan Ekonomi Petani Langkah Strategis Untungkan Pertanian

“Kami telah sosialisasi ke para mitra Petani tebu untuk menjamin harga lelang minimal offtake diangka Rp.10.500/kg,” tutur Arief.

Ia menambahkan, jika pada proses penjualan produksi gula petani tebu rakyat terdapat harga lelang yang lebih tinggi dari harga jaminan, RNI akan offtake sesuai harga pasar/lelang gula, dan sebaliknya. 

“Jika terdapat harga lelang gula dibawah harga jaminan Rp.10.500/kg, RNI akan membeli sesuai harga yang dijaminkan,” tambahnya.

RNI mengaku telah menyerap tebu petani rakyat untuk digiling sekitar 3,3 juta ton bahan baku tebu pada tahun 2020 dengan jumlah petani tebu rakyat yang menjadi mitra RNI Group sekitar 4 ribu petani. 

“Minat petani untuk menanam tebu terbilang masih tinggi dan cenderung meningkat, oleh karenanya kontribusi kami untuk pembenahan industri gula adalah dengan meningkatkan serapan tebu petani rakyat," tandas Arief. (OL-7)

Baca Juga

MI/Widjajadi

Pangansari dan Halalan Thayyiban Pasok Makanan di PON 2021

👤Widjajadi 🕔Selasa 15 Juni 2021, 08:40 WIB
PT Pangansari Utama Food Resources (PUFR) sepakat kolaborasi dengan PT Halalan Thayyiban menyediakan 5 juta paket makanan sehat di PON 2021...
Antara

Minyak Stabil Setelah Capai Harga Tertinggi Dalam Dua Tahun

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 15 Juni 2021, 06:55 WIB
HARGA minyak relatif stabil pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (15/6), setelah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua...
Antara

Harga Emas Turun Di tengah kekawatiran Kebijakan Fed

👤Muhamad Fauzi 🕔Selasa 15 Juni 2021, 06:42 WIB
HARGA emas kembali turun pada akhir perdagangan Senin atau Selasa pagi WIB (15/6), karena beberapa investor kawatir atas rencana kebijakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya