Rabu 09 Juni 2021, 18:43 WIB

Kelembagaan Ekonomi Petani Langkah Strategis Untungkan Pertanian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kelembagaan Ekonomi Petani Langkah Strategis Untungkan Pertanian

Ist
Ngobrol Asyik (Ngobras) di Agriculture Operation Room (AOR) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

 

PENDEKATAN penyuluhan yang dilakukan untuk menumbuhkembangkan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas kelembagaan petani. Fokusnya, melalui pengawalan dan pendampingan penyuluh.

Hal tersebut turut dibahas dalam Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 11 di Agriculture Operation Room (AOR) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Selasa (8/6). 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menganalogikan pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern mengikuti pola piramida terbalik.

Menurut Mentan, gerakan pembangunan pertanian seperti pola piramida terbalik. Petani dan penyuluh di posisi teratas, BUMN dan pihak swasta di tengah, dan terbawah adalah pemerintah, yang menggambarkan kontribusi dan porsinya paling sedikit.

"Bukan lagi zamannya petani bekerja dan berusaha tani sendiri-sendiri, harus berjamaah diawali dari kelompok-kelompok tani untuk membentuk korporasi petani dan saham korporasi dari petani," ujar Mentan SYL.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nuryamsi, yang tampil di Ngobras, mengatakan, usaha tani itu menguntungkan.

Jika tidak menguntungkan, tuturnya, berarti ada yang salah pada saat pengolahan, on farm, dan pemasaran hasil pertanian.

"Pertanian bukan hanya sebagai hobi tapi harus menghasilkan duit yang banyak, pertanian harus menguntungkan salahsatunya dengan membentuk KEP," ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (9/6).

Sedangkan Ketua Harian DPP Perhiptani, Fathan A Rasyid, selaku narasumber pada acara tersebut, menjelaskan bahwa penyuluhan pertanian harus mendukung percepatan menuju pertanian maju mandiri modern dan tidak bisa bersifat parsial. 

"Harus membangun sistem yang berbasis Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) dan diharapkan satu BPP satu koperasi," ungkap Fathan. 

Menurutnya, saat ini diperlukan sistem untuk solusi permanen dari permasalahan klasik petani termasuk ketersedian benih yang bermutu, murah dan mudah diakses petani selaku pelaku utama. 

"Implementasi difokuskan pada Wilayah Kerja Balai Penyuluhan Pertanian (WKBPP) dengan memperkuat peran kepala BPP sebagai ketua harian Kostratani dalam mengkoordinasikan, mensinergikan dan mengsinkronkan program yang masuk dalam wilayah WKBPP," tutup Fathan. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara/Aswaddy Hamid

Blok Rokan Butuh Keandalan Pasokan Listrik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 20:19 WIB
PHR sudah bekerja sama erat dengan PLN, sehingga rencana pasokan listrik dan uap ini bisa terlaksana dengan...
Antara

Investor Respons Positif Kebijakan Pandemi Jokowi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 22 Juni 2021, 19:45 WIB
Pasar mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi yang tidak mengambil kebijakan lockdown di tengah lonjakan kasus covid-19. Sebab,...
Antaranews.com

Pemulihan Ekonomi Tergantung Kebijakan Pengendalian Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 22 Juni 2021, 19:25 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan menilai pemulihan ekonomi yang terkontraksi tergantung dari...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya