Jumat 04 Juni 2021, 09:42 WIB

Investor Tidak Perlu Takut Berinvestasi di Pasar Modal

mediaindonesia.com | Ekonomi
Investor Tidak Perlu Takut Berinvestasi di Pasar Modal

Ist
Acara Edukasi Wartawan bersama Indonesia SIPF tentang investasi di Pasar Modal.

 

DANA investor yang diinvestasikan di pasar modal dijamin aman dan prospektif, selama para investor menanamkan dananya di instrumen investasi yang tepat dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Sebagai lembaga penyelenggara dana perlindungan pemodal, Indonesia Securities Investor Protection Fund ( Indonesia SIPF) berkomitmen penuh dalam memberikan perlindungan kepada investor yang berinvestasi di pasar modal Indonesia.

“Masyarakat tidak perlu takut berinvestasi di pasar modal karena ada lembaga penyelenggara dana perlindungan pemodal, yaitu Indonesia SIPF, lembaga di bawah Self Regulatory Organization (SRO) dan diawasi oleh OJK,” ujar Direktur Utama Indonesia SIPF, Narotama Aryanto, dalam acara Edukasi Wartawan bersama Indonesia SIPF.

Narotama menjelaskan, Indonesia SIPF juga menangani klaim dari pemodal yang kehilangan asetnya, berdasarkan izin dari OJK. Ia melanjutkan, kriteria risiko yang dilindungi oleh pihaknya, yaitu kejadian hilangnya aset pemodal yang dilakukan oleh kustodian tanpa sepengetahuan pemodal.

“Kustodian adalah pihak yang mengadministrasikan, melakukan pencatatan, penyimpanan, mentransfer, menggunakan, melaporkan transaksi aset pemodal, serta pemindahbukuan aset milik pemodal” tuturnya dalam keterangan pers, Jumat (4/6).

Kendati demikian, kata Narotama, risiko yang lain seperti penurunan nilai investasi, likuiditas instrumen investasi, delisting emiten, kehilangan instrumen investasi berbentuk warkat, gagal bayar instrumen investasi, serta gagal bayar akibat repo, tidak diakomodasi oleh Indonesia SIPF.

“Persyaratan pemodal yang dilindungi, yang menitipkan asetnya dan memiliki rekening efek pada kustodian, memiliki sub rekening efek pada lembaga penyimpanan dan penyelesaian, dan terakhir memiliki SID (Single Investor Identification),” imbuhnya.

Narotama menerangkan, jumlah dana yang diberikan sebagai ganti rugi kepada pemodal mengalami peningkatan. Setelah kajian internal Indonesia SIPF yang disetujui oleh SRO dan OJK, pada 2021 besaran ganti rugi ditingkatkan menjadi Rp200 juta pemodal, Rp100 miliar per kustodian.

“Dengan besaran tersebut, kita sudah dapat disejajarkan dengan SIPF lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Thailand,” tambahnya.

Di samping mendapatkan perlindungan dari Indonesia SIPF, Narotama mengingatkan kepada investor, untuk tidak tergiur dengan jaminan keuntungan-keuntungan tertentu, yang biasanya merupakan investasi bodong.

“Hati-hatilah dalam berinvestasi. Pastikan investor berinvestasi di pasar modal dengan lembaga yang terjamin dan terlindungi oleh kami,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/Susanto.

Bank Indonesia dan The People's Bank of China Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

👤Fetry Wuryasti 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:48 WIB
Perjanjian kerja sama BCSA Bank Indonesia dan The People's Bank of China pertama kali ditandatangani pada Maret...
DOK.LPKR

Proyek Terbaru Lippo Karawaci Jawab Kebutuhan Generasi Z

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:35 WIB
Popularitas rumah tapak di sektor properti didukung meningkatnya kesadaran kalangan muda akan pentingnya kepemilikan properti, termasuk...
Dok. Tangkapan layar Youtube Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Ajak B20 Ikut Ciptakan Dunia yang Lebih Baik Lewat Ekonomi Hijau 

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 20:29 WIB
Presidensi G20 Indonesia akan mengusung tiga tema pokok yaitu transisi menuju ekonomi hijau, pengembangan ekonomi digital serta perbaikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya