Senin 31 Mei 2021, 16:14 WIB

Harga Kedelai Turun, Kemendag Minta Pengrajin Tempe Giat Produksi

 Fetry Wuryasti | Ekonomi
Harga Kedelai Turun, Kemendag Minta Pengrajin Tempe Giat Produksi

MI/Adi Kristiadi
Pengrajin tempe di Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

DIREKTUR Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menyambut baik mulai adanya penurunan harga kedelai dunia pada minggu ini dibandingkan minggu sebelumnya.

Pemerintah meminta para importir kedelai untuk menyesuaikan harga kedelai impor agar tetap stabil sehingga bisa membantu para pengrajin tahu dan tempe agar bisa terus berproduksi.

“Harga kedelai dunia sudah mulai turun. Kami minta dukungan para pelaku usaha, khususnya importir kedelai untuk menjaga harga kedelai impor agar harga tahu dan tempe di tingkat pengrajin tetap stabil.

Kemendag juga mengapresiasi komitmen para pelaku usaha kedelai dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga kedelai pada puasa dan Lebaran 2021 lalu,” ujar Oke, Senin (31/5).

Berdasarkan data Chicago Board of Trade (CBOT), harga kedelai mulai menunjukkan tren penurunan. Pada minggu keempat Mei 2021, harga kedelai berada di kisaran US$15,04/bushels atau Rp9.220/kg landed price, turun 5,1 persen dari minggu sebelumnya yaitu USD 15,86/bushels, atau Rp9.604/kg landed price.

Menurut Oke, penurunan harga kedelai dunia diharapkan terus berlanjut karena beberapa negara produsen telah memasuki masa panen. Meski mulai turun, namun harga kedelai dunia masih cukup tinggi.

Hal ini akan berdampak pada penyesuaian sementara harga tahu dan tempe sebesar 10-15 persen,” kata Oke.

Penurunan harga kedelai dunia, ujar Oke, akan berdampak baik terhadap produksi tahu dan tempe nasional. Kemendag berharap adanya penurunan harga kedelai dunia dapat disikapi secara positif oleh para pelaku usaha kedelai dalam negeri baik importir, distributor, maupun pengrajin tahu dan tempe.

Hal itu dilakukan untuk menjaga kelangsungan usaha tahu dan tempe nasional,” jelas Oke.

Oke menegaskan, Kementerian Perdagangan secara periodik akan terus memantau dan mengevaluasi pergerakan harga kedelai dunia baik ketika terjadi penurunan maupun kenaikan harga.

Langkah tersebut guna memastikan harga kedelai di tingkat pengrajin tahu dan tempe dan di pasar wajar terkendali.

“Kami mengimbau kepada para importIr untuk memastikan dan tetap menyalurkan stok kedelai secara rutin kepada seluruh pengrajin tahu dan tempe, termasuk anggota Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) di Puskopti provinsi maupun kabupaten/kota,” imbuh Oke.

Kementerian Perdagangan akan memastikan distribusi kedelai terus dilakukan agar tidak terjadi ketiadaan stok. Dalam tiga bulan mendatang, importir akan menyalurkan kedelai paling sedikit 5.000 ton/bulan untuk memenuhi kebutuhan pengrajin tahu dan tempe. Nantinya, para anggota Gakoptindo dapat mengambil secara langsung dari gudang importir.

“Kerja sama penyaluran kedelai ini diharapkan akan menjadi momentum bagi kebangkitan pengrajin tahu tempe nasional untuk terus berproduksi. Sehingga, masyarakat masih akan terus mendapatkan tahu dan tempe sebagai sumber protein dengan harga terjangkau,” kata Oke. (Try/OL-09)

Baca Juga

XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...
Antara

Tol Listrik Sepanjang 864 Km Resmi Beroperasi di Flores

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:38 WIB
Dia menurturkan, kehadiran tol listrik tersebut bisa memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya