Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan peredaran uang di masyarakat pada Lebaran tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Selama Idulfitri kemarin, tercatat terjadi peredaran uang sebanyak Rp154 triliun.
"Dilaporkan oleh Bank Indonesia (BI) peredaran uang BI sebesar Rp154,5 triliun atau meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar 41,5%. Khusus Jabodetabek, BI mencatat penarikan dana tunai naik 61% atau Rp34,8 triliun, lebih tinggi dibandingkan nasional. Tentunya larangan mudik melalui PPKM telah mendorong adanya belanja di wilayah aglomerasi," kata Airlangga seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/5).
Airlangga juga menyebut ada 10 daerah yang juga sudah mengalami pertumbuhan ekonomi positif. Sepuluh daerah itu yaitu Riau (0,41%), Papua (14,28 %), Sulawesi Tengah (6,26%), DI Yogyakarta (6,14%), Sulawesi Utara (1,87%), Sulawesi Tenggara (0,06%), Nusa Tenggara Timur (0,12%), Papua Barat (1,47%), Kepulauan Bangka Belitung (0,97%), dan Maluku Utara (13,45%).
Baca juga: IHSG Diproyeksi Menguat Usai Libur Lebaran
Pertumbuhan tersebut, kata Airlangga, didorong oleh sejumlah sektor yang sudah mulai tumbuh positif di antaranya sektor pertanian, pengadaan listrik, pengadaan air; informasi dan komunikasi, jasa keuangan, dan kesehatan.
"Catatan kami juga terlihat beberapa daerah menyumbangkan pertumbuhan terbesar, antara lain tentunya sepuluh provinsi besar yang menyumbang sekitar 77,71%," ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga menyampaikan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 11 Mei 2021 mencapai Rp172,35 triliun atau 24% dari pagu anggaran. Realisasi itu meliputi program kesehatan sebesar Rp24,9 triliun atau 14,2% dari pagu. Lalu, realisasi program perlindungan sosial sebesar Rp56,79 triliun atau 37,8% dari pagu.
Kemudian, program prioritas mencapai Rp21,8 triliun, dukungan UMKM dan korporasiRp42,03 triliun, program insentif usaha Rp26,83 triliun.(OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Pola belanja rumah tangga di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan pergeseran penting: konsumsi semakin merata antarwilayah.
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved