Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jokowi Ajak Kanselir Jerman Perkuat Kerja Sama di Sektor Teknologi

Andhika Prasetyo
12/4/2021 21:59
Jokowi Ajak Kanselir Jerman Perkuat Kerja Sama di Sektor Teknologi
Logo Hannover Messe(AFP/Patrick Lux)

PRESIDEN Joko Widodo mengajak Kanselir Jerman Angela Merkel untuk mempererat kerja sama di bidang teknologi digital.

Demi meyakinkan Merkel, Jokowi memaparkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi digital dan industri 4.0 tercepat di Asia Tenggara. 

Indonesia juga telah memiliki satu perusahaan rintisan (startup) berstatus decacorn dan lima unicorn yang diyakini akan terus berkembang.

"Ke depan, industri ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar US$133 miliar di 2025. Didukung 185 juta penduduk yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia, kemajuan industri 4.0 akan menjadikan Indonesia top 10 economy global di 2030. Oleh karena itu, saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia," ujar Jokowi saat membuka Hannover Messe 2021 secara virtual dari Istana Negara, Jakarta, Senin (12/4).

Indonesia sendiri saat ini sudah menyiapkan peta jalan industri 4.0 yang fokus pada tiga hal yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), penciptaan iklim investasi yang baik serta pembangunan hijau.

Di era industri 4.0, penguatan SDM adalah kebutuhan. Dalam hal tersebut, Indonesia sangat diuntungkan lantaran memiliki bonus demografi. Jokowi menyebutkan, pada 2030, jumlah usia produktif di Tanah Air akan mencapai 64% dari total populasi.

Baca juga : Presiden: Hannover Messe 2021 Momentum Kalahkan Pandemi

"Tantangannya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan, tantangan big data, artificial intelligence, internet of things. Saya yakin, Jerman dapat mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset, dan penguatan universitas berbasis teknologi," tutur Jokowi.

Kemudian, dalam upaya penciptaan iklim investasi yang kondusif, pemerintah telah menerapkan Undang-undang Cipta Kerja.

"UU Cipta kerja ini akan mempermudah izin usaha, memberikan kepastian hukum, memberikan insentif nagi pelaku usaha. UU Cipta Kerja juga memberikan insentif bagi ekonomi digital dan mendukung pengembangan industri 4.0," jelas mantan wali kota Solo itu.

Yang terakhir ialah investasi pada pembangunan hijau. 

Berdasarkan proyeksk World Economic Forum, potensi ekonomi hijau atau pembangunan hijau sangatlah besar dengan peluang bisnis sebesar US$10,1 triliun dan pembukaan 395 juta lapangan pekerjaan baru hingga 2030. 

"Kemitraan Indonesia dan Jerman untuk pembangunan hijau ke depan adalah salah satu prioritas. Saya mengapresiasi green infrastructure inisiative Jerman dengan nilai 2,5 miliar Euro. Program ini diharapkan dapat mendukung pembangunan infras hijau di Indonesia," tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya