Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA periode 5-9 April 2021, pasar modal Indonesia mencatatkan data yang mayoritas bergerak positif.
"Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian bursa sebesar 16,15% menjadi 15,907 miliar saham, dari 13,695 miliar saham pada pekan sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resmi, Minggu (11/4).
Kemudian, peningkatan diikuti oleh rata-rata frekuensi transaksi harian bursa sebesar 4,4% menjadi 1.047.771 kali transaksi, dari pekan lalu sebanyak 1.003.634 kali transaksi.
Baca juga: Dorong Konsumsi Saat Ramadan, Pemerintah Kucurkan Rp25 Triliun
Kapitalisasi pasar selama sepekan turut meningkat 1,02% menjadi Rp7.174 triliun, dari Rp7.101,43 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan juga mengalami kenaikan sebesar 0,98% pada level 6.070,21.
Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan 10,52% menjadi Rp9,510 triliun. Investor asing sepanjang 2021 masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp8,853 triliun.
Dalam sepekan ini, BEI mencatatkan masing-masing satu obligasi dan sukuk, serta dua pencatatan perdana saham dan waran. Pada Rabu (7/4), Obligasi Berkelanjutan IV Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 (Obligasi IV Tahap IV) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Pegadaian Tahap IV Tahun 2021 (Sukuk I Tahap IV), yang diterbitkan oleh PT Pegadaian (Persero) mulai dicatatkan di BEI.
Baca juga: Aturan OJK Buy Back Saham Delisting Ancam Emiten Gulung Tikar
Obligasi IV Tahap IV dicatatkan dengan nilai nominal Rp3,28 triliun. Sedangkan Sukuk I Tahap IV dengan nilai nominal Rp765 miliar. Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2021 adalah 21 Emisi dari 17 Emiten senilai Rp24,63 triliun.
Dengan pencatatan ini, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 480 emisi, dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp436,15 triliun dan US$47,5 juta. Capaian itu diterbitkan oleh 129 emiten.
Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 143 seri, dengan nilai nominal Rp4.169,77 triliun dan US$400 juta. Efek Beragun Asset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp6,89 triliun.(OL-11)
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
IHSG hari ini Jumat 6 Februari 2026 berpotensi rebound ke level 8.328. Pantau analisis pasar modal dan update harga emas Antam yang merosot tajam.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.549.194 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,99 miliar lembar saham senilai Rp20,06 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Keterlibatan investor asing turut dipertimbangkan seiring keterbatasan teknologi nasional dan masih berlangsungnya penyusunan regulasi karbon biru di Indonesia.
Living Lab Ventures (LLV), unit corporate venture capital Sinar Mas Land, menyelenggarakan Inside LLV pada 27 Januari 2026 di Digital Experience Center (DXC), BSD City.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) memanggil Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) untuk membahas rencana peningkatan porsi saham beredar (free float) 15%.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menerima sejumlah investor institusional dan pelaku industri keuangan di Jakarta, Selasa (3/2).
CHIEF Investment Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Pandu Sjahrir turut menanggapi pembukaan perdagangan saham di hari pertama pekan ini.
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved