Jumat 26 Maret 2021, 00:20 WIB

Barito Pacific Dorong Investasi Energi Hijau di Indonesia

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Barito Pacific Dorong Investasi Energi Hijau di Indonesia

Dok. Pribadi
Presiden Direktur PT Barito Pacific Agus Salim dalam webinar terkait Energi Hijau

 

INVESTASI berbasis Environmental, Social and Good Governance (ESG) semakin diminati investor. Perusahaan sumber daya alam terdiversifikasi dan terintegrasi PT Barito Pacific pun menyatakan komitmennya untuk meningkatkan dukungan di internal perusahaan terkait pengembangan energi hijau. 

Presiden Direktur PT Barito Pacific Agus Salim mengatakan, minat investasi hijau sudah terlihat beberapa tahun lalu. Dari dua kali penerbitan surat utang hijau (green bonds) milik anak usaha Barito di bidang penyedia energi, yakni Star Energy pun selalu mendapat sambutan posititif dari investor hingga mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) serta dilirik institusi besar.

Untuk diketahui, penerbitan green bond Star Energy Geothermal Salak dan Star Energy Geothermal Darajat II mendapat respons positif pasar. Permintaan green bond senilai US$ 1,11 miliar tersebut mengalami oversubscribed sebanyak 3,5 kali. Respons tersebut dapat menunjukkan investor mendukung sektor energi yang lebih ramah lingkungan.

“Investor dari segi EUM 5 tahun terakhir ini 5 kali lipat, growthnya cukup besar,” kata Agus Salim dalam sesi Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2021 bertajuk “The Momentum to Encourage Green Energy Investment”, Kamis (25/3).

Seiring besarnya potensi investasi hijau, Barito Pacific pun secara internal berkomitmen mendukung bisnis ramah lingkungan, meskipun disadari ada dari beberapa industri yang beroperasi di bawah grup tidak bisa sepenuhnya menerapkan prinsip berkelanjutan. Contohnya perusahaan petrokimia milik anak usaha, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Baca juga : Kemampuan Bulog Serap Panen Petani Dipertanyakan

Menurutnya, prinsipal perusahaan memiliki pemikiran sangat sederhana: apa yang dilakukan apakah berdampak lebih bagus untuk lingkungan. Salah satu cara mengukurnya dengan melakukan penghitungan efisiensi karbon di dalam grup internal.  

“Chandra asri memiliki emisi 2,5 juta to per tahun untuk fase 1 dan fase 2. Di lain sisi, Star Energy bisa memproduksi hingga 5 juta kredit. Ke depan, perusahaan merencanakan Chandra Asri dapat membeli karbon kredit Star Energy, dengan tujuan agar Barito Pacific  bisa mencapai  carbon neutral,” katanya. 

Adapun keuntungan yang didapat dari anak usaha yang memperdagangan karbon harus digunakan untuk berkekpansi dan berinevestasi di sektor hijau yang lain. Perusahaan juga tengah mempertimbangkan untuk membeli kredit karbon dari luar apabila milik Star Energy habis dalam satu hingga dua tahun mendatang. 

Strategi lain yang ingin dicapai Barito Pacific dalam bisnisnya dan komitmennya mendukung masalah lingkungan ialah dengan mendorong hadirnya mobil listrik (electric vehicle). Dengan lahirnya era mobil listrik, dia berharap impor bahan bakar minyak (BBM) menurun dan bisa mendorong  serapan produk plastik dalam negeri. (RO/OL-7)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Inspired Parfum Lokal ini Klaim Pertama Raih Sertifikat BPOM

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 05:00 WIB
Farah parfum merupakan brand lokal Jakarta yang lahir pada 2017 dan menjadi yang pertama memiliki sertifikat...
Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Raih Platinum Rank di ASRRAT 2022

👤Andhika Prasetyo 🕔Jumat 02 Desember 2022, 23:21 WIB
Penguatan transparansi itu menjadikan hasil penilaian di ajang ASRRAT meningkat dari Gold Rank menjadi Platinum Rank yang merupakan level...
Dok.SIG

SIG Raih Penghargaan Top Sustainable Development Goals pada Ajang Top SDGs Award 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:23 WIB
SIG telah menetapkan tiga pilar sebagai prioritas keberlanjutan Perseroan sebagai kerangka dan acuan strategi perusahaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya