Jumat 05 Maret 2021, 21:08 WIB

UMKM Kunci Indonesia Berdikari dalam Ekonomi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
UMKM Kunci Indonesia Berdikari dalam Ekonomi

Antara/Yulius Satria Wijaya
Pelaku UMKM di Bogor, Jawa Barat sedang menjemur kerupuk

 

BARU-baru ini heboh pemberitaan tentang Presiden Joko Widodo "Benci produk luar negeri." Statement tersebut lengkapnya "Produk-produk dalam negeri gaungkan, gaungkan juga benci produk-produk asing.  Itu saja rame. Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk luar negeri," ucap Jokowi dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021.

Menurut Sekjen Pusat Kajian dan Pengembangan Berdikari Osmar Tanjung,, pernyataan itu dimaksudkan sebagai penyemangat dalam memajukan UMKM di Indonesia. 

"UMKM kunci perekonomian Nasional untuk bangkit," kata mantan Sekjen Seknas Jokowi itu.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2018, proporsi UMKM Nasional (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) sebesar 99,9% dan usaha besar hanya 0.01%. Kontribusi UMKM terhadap PDB sekitar 61.1% dan sisanya 38.9% disumbang oleh usaha besar. 

"Komitmen pemerintah dalam memajukan UMKM ditengah pandemi Covid 19, baik melalui KUR dan 40 persen alokasi belanja barang pemerintah ke UMKM pada 2021 harus dijadikan momentum peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB Nasional," tutur Osmar.

Baca juga : Gobel Dukung Presiden untuk Cinta Produk Indonesia

Jumlah penduduk 270 juta merupakan potensi ekonomi yang besar bagi UMKM. UMKM, menurut Omar, harus memanfaatkan momentum dari statemen Presiden Jokowi dimaksud. 

"UMKM harus menjadi pemain utama dalam peningkatan ekonomi nasional. Bukankah krisis ekonomi tahun 1999 terselamatkan karena keberadaan UMKM?" ucapnya.

UMKM memang mengalami permasalahan cukup serius akibat pandemi Covid-19 yang sedang terjadi. Akan tetapi, tambah Osmar, kondisi ini juga harus dimanfaatkan sebaik baiknya, karena ikhtiar Presiden Jokowi jelas ingin memberi kesempatan kepada UMKM menjadi pemain kunci dalam perekonomian Nasional. UMKM, kata Osmar, harus berusaha keras dalam menjual produknya. 

Osmar melanjutkan bisnjs pada ghalibnya dimulai dari volume yang terbatas karena adanya resiko gagal dan rugi. Usaha-usaha besar yang sudah lama eksispun di tengah pandemi Covid 19 dalam amatan Osmar harus menjajakan produknya ke pinggir-pinggir  jalan agar paling tidak mampu menutupi fix cost yang ada, agar mampu bertahan di kondisi sulit ini. 

"Keberpihakan pemerintah dan semangat yang sudah digaungkan presiden Jokowi harus didukung dan dikawal oleh seluruh masyarakat. Mari sama-sama kita majukan UMKM Nasional agar Indonesia berdikari secara ekonomi," pungkas Osmar. (RO/OL-7)

Baca Juga

DOK SHOPEEPAY

ShopeePay Gandeng Viu, Mudahkan Masyarakat Nikmati Hiburan Terbaik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 17 April 2021, 12:43 WIB
Melalui kerja sama ini, ShopeePay akan menjadi channel pembayaran digital dalam aplikasi Viu dan memungkinkan pelanggan untuk membayar...
DOK KEMENTAN

Panen di Food Estate, Gubernur NTT Buktikan Wujud Peradaban Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 17 April 2021, 12:38 WIB
Gubernur Laiskodat dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa keberhasilan program food estate membuktikan bahwa akan terwujud peradaban...
DOK KEMENTAN

Mentan SYL Dorong Jeneponto Jadi Sentra Pertanian dan Peternakan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 17 April 2021, 12:32 WIB
Selain ternak, SYL mengatakan kementan akan memberi bantuan berupa pengembangan kebun kopi, perkebunan pisang, bibit kuda dan anakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya