Kamis 04 Maret 2021, 22:12 WIB

Bagi yang Ingin Berbisnis Saat Pensiun, Perhatikan Hal Berikut Ini

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Bagi yang Ingin Berbisnis Saat Pensiun, Perhatikan Hal Berikut Ini

MI/RAMDANI
Ilustrasi

 

FINACIAL Trainer QM Financial, Emiral Noviarti menilai berbisnis setelah pensiun harus dipikirkan secara matang terutama memulai bisnis menggunakan uang pesangon. Maka pembagian bisnis serta kebutuhan sehari-hari harus dibagi secara baik dan dipikirkan secara matang.

"Artinya boleh berbisnis setelah pensiun dari uang pesangon tetapi jangan khilaf. Karena ketika mulai berbisnis maka akan menemukan tantangan yang baru yang bisa memakan banyak modal," kata Emiral dalam dialog Pensiun Dini VS Nanti yang diadakan Media Academy, Kamis (4/3).

Terlebih jika seorang pensiunan yang belum memiliki pengalaman dan uang pensiun dihabiskan untuk berbisnis maka situasi tersebut sangat berisiko. Karena jika merugi dampaknya uang kebutuhan sehari-hari akan terpakai untuk bisnis.

"Sehingga saran saya dicek kembali keuangannya seperti apa. Modal dari pesangon bisa terpakai berapa untuk bisnis sehingga jangan gegabah dalam menentukan bisnis. Karena bisnis pada awalnya tidak selalu harus menghasilkan," ujarnya.

Baca juga: Jangan Belanja Daring di Toko tidak Resmi

Berbisnis selepas pensiun juga harus memperhatikan risiko ketika mengalami kerugian. Perhitungan risiko jangan sampai mengganggu kebutuhan sehari-hari, contohnya mengganggu uang makan, uang sekolah anak, kehidupan sehari-hari, dan lainnya.

"Pensiunan yang lebih tua cenderung lebih kecil mengambil risiko dibandingkan pensiun dini. Secara rata-rata semakin banyak tabungan, umur yang lebih tua, semakin stabil pekerjaan (sebelumnya) maka semakin baik mengambil risiko," ungkapnya.

Selain itu, menurut Emiral dana pensiun harus digunakan secara matang dan baik agar tidak membebani anak atau orang lain selepas pensiun nanti. Karena tantangan di masa depan tidak bisa diprediksi.

"Mumpung waktunya masih ada 20-45 tahun maka bisa dipersiapkan dana pensiun sehingga tidak membebani orang lain terutama anak," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Dok Pelni

Muatan Kapal Penumpang Pelni Tumbuh Jadi 106% di Triwulan I 2021

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:39 WIB
Selain itu, Pelni juga mencatatkan pertumbuhan pada muatan kontainer kapal tol laut perusahaan yang tumbuh signifikan menjadi...
dok.pribadi

Peluang ekspor Indonesia Terbuka Lebar di Filipina

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:31 WIB
POTENSI ekspor Indonesia ke Filipina masih terbuka lebar, karena itu sudah saatnya pelaku bisnis tanah air meraih kesempatan...
Twitter @kangdede78

Pelni Bantah Pencopotan Pejabat Akibat Penceramah Radikalisme

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:27 WIB
"Kepada seluruh BUMN, jangan segan-segan mencopot ataupun memecat pegawainya yang terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sedikit pun,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya