Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus mendorong ekspor melalui lima strategi. Mengingat, ekspor merupakan salah satu komponen Produk Domestik Bruto (PDB), yang dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan strategi peningkatan ekspor yang diharapkan berjalan konsisten dari tahun ke tahun. Perubahan perlu dilakukan jika terjadi perubahan pada lingkungannya.
Kelima strategi tersebut, yaitu memelihara pasar ekspor dan produk utama, serta fokus pada usaha kecil dan menengah (UKM) berorientasi ekspor. Kemudian, melakukan penetrasi pasar nontradisional, memanfaatkan perjanjian dagang dan reformasi regulasi, khususnya turunan dari UU Cipta Kerja.
Baca juga: Presiden: Perluas Ekspor ke Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan mengatakan produk utama dan pasar utama ekspor Indonesia harus terus dijaga. Sebab, memiliki kontribusi yang cukup besar.
"Dari 10 negara utama tujuan ekspor, memberikan kontribusi sebesar 70% dari total ekspor Indonesia. Sementara, dari 10 produk ekspor utama Indonesia memberikan kontribusi sebesar 60% dari total produk ekspor Indonesia,” ujar Kasan dalam keterangan resmi, Kamis (4/3).
Untuk penetrasi pasar nontradisional, peran emerging market akan semakin besar di masa depan. Negara-negara emerging market akan berkontribusi sekitar 71% dari ekonomi dunia dan 51% berada di kawasan Asia.
“Selain Asia, Afrika menjadi salah satu penyumbang komoditas primer yang harganya akan tinggi. Artinya, ada persaingan untuk mendapatkan komoditas primer di kawasan Asia dan Afrika, sebagai bahan baku untuk diproduksi menjadi barang jadi oleh negara emerging market,” imbuh Kasan.
Baca juga: Hore, Beli Rumah Baru Bebas dari PPN
Kasan melanjutkan, penetrasi pasar melalui kota besar di pasar ekspor nontradisional juga menjadi perhatian. Ke depan, kota di kawasan negara emerging market berpotensi besar untuk terus tumbuh perekonomiannya.
"Oleh karena itu, dengan memanfaatkan perjanjian dagang yang sudah dimiliki Indonesia, kota besar di kawasan Asia dan Afrika akan berkontribusi besar pada masuknya produk-produk dari negara lain, termasuk Indonesia,” pungkasnya.
Untuk UKM berorientasi ekspor, Kasan menyebut Kemendag memiliki program 1.500 UKM ekspor. Pada 2020, berdasarkan data Kemendag, UKM ekspor Indonesia mencapai 83% atau sekitar 12 ribu dari eksportir nasional. Namun, kontribusi hanya 4% dari total ekspor nasional. UKM tersebut sebagian besar berada di pulau Jawa.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved