Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengistruksikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi untuk memperluas pasar ekspor ke negara-negara nontradisional.
Indonesia tidak bisa terus menerus bertumpu pada Amerika Serikat, Uni Eropa, Tiongkok dan negara-negara lain yang telah menjadi mitra dagang selama puluhan tahun.
"Kita tidak boleh terjebak pada pasar ekspor yang itu-itu saja. sekarang banyak tumbuh pasar-pasar baru yang harus digarap secara serius," ujar Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3).
Beberapa pasar nontradisional yang dimaksud kepala negara ialah Afrika, Asia Selatan dan Eropa Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi lebih dari 5%.
Mereka bisa menjadi market yang sangat potensial bagi produk-produk Tanah Air.
Baca juga: Presiden: Pengembangan Perdagangan Digital Suatu Keharusan
Ia pun mendesak Kementerian Perdagangan untuk segera menyelesaikan perundingan-perundingan dagang dengan negara-negara potensial tersebut.
"Ini adalah agenda prioritas karena di masa-masa seperti ini kita membutuhkan pasar ekspor baru. Kita telah menyelesaikan perjanjian dagang dengan Australia, Korea Selatan, Uni Eropa. Tolong Pak Menteri Perdagangan, dorong juga supayakita punya kesepakatan dagang dengan negara-negara lain," ucap mantan wali kota Solo itu.
Ia pun meminta 23 pakta perdagangan baik bilateral dan regional yang sudah ditandatangani dalam beberapa tahun terakhir bisa segera diimplementasikan dengan sebaik-baiknya, dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh para pelaku usaha.
"Saya berikan contoh, misalnya dengan Australia. Kita sudah punya IA-CEPA. Lihat peluang-peluang yang ada di sana. Saya kira yang gede peluangnya itu otomotif. Pelajari betul pasarnya seperti apa, konsumennya seeprti apa. Informasikan ke Tanah Air sehingga kita betul-betul bisa membuka pasar di Australia," jelas Jokowi.
Lebih lanjut, kepala negara juga meminta kepada Kementerian Perdagangan untuk memberi stimulus berupa kemudahan ekspor bagi industri yang menyerap banyak tenaga kerja seperti elektronik, tekstil, kimia dan farmasi serta makanan dan minuman.
"Harus ada insentifnya untuk memperluas pasar terutama negara-negara nontradisional. Manfaatkan kerja sama perdagangan dan optimalkan kinerja perwakilan perdagangan kita di luar negeri. Kita punya atase perdagangan kita punya ITPC. Semua harus bergerak," tandasnya.(OL-4)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved