Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah pandemi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) memberikan bimbingan dan pelatihan kepada para petani untuk memberikan bekal tekniks budidaya/produksi tanaman hrotikultura, pengemasan dan pemasaran sehingga masyarakat dapat melakukan wirausaha, Selasa (2/3).
Kasubdit Rencana Kerja Usaha Dan Produksi Hutan Tanaman, Ditjen Pengelolaan Hutan Produksi Lestari KLHK, Hendro Wijanarko memaparkan bimtek pengembangan hortikultura ini sangat penting dalam meningkatkan kapasitas petani mitra IUPHH untuk berkompetisi memenangkan penetrasi pasar.
"Saya yakin penerapan Agroforestri untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dengan pengembangan hortikultura akan lebih meningkatkan kesejahteraan petani mitra dan produktivitas hutan," jelas Hendro.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk secara kolektif dan intensif membangun hutan.
PT Arara Abadi yang merupakan unit usaha APP Sinar Mas juga mendukung program e-learning Pengembangan Hortikultura yang diinisiasi oleh pemerintah. Herman Siswanto, salah satu petani Hortikultura binaan PT Arara Abadi menjelaskan bahwa pendapatan bersih yang diterimanya semakin bertambah setelah ikut program DMPA.
"Saya bisa menghasilkan pendapatan bersih per bulan antara Rp. 17–18 juta dengan luasan 2.5 ha. Petani peserta Program DMPA diberikan pendampingan dan bimbingan terkait budidaya hortikultura, pemasaran serta bantuan pembuatan jalan angkutan hasil produksi," ujar Herman.
Herman menambahkan pengembangan hortikultura harus dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk menjaga lingkungan hutan termasuk penerapan Pembukaan Lahan Tanpa bakar (PLTB) merupakan suatu keharusan.
baca juga: Prof Hermanto : Kementan dan Petani Sukses Jaga Produksi Padi
Sementara itu, Heru Wardhana Perwakilan dari Martha Tilaar mengapresiasi inisiatif program Pelatihan Hortikultura yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha.
"Indonesia negeri yang kaya akan sumber daya alam (SDA), yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menggerakan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan bersama. Inisiatif ini sangat bagus dan perlu ditularkan kepada masyarakat desa lainnya. Kolaborasi dan sinergi menjadi kata kunci keberhasilan program ini," imbuhnya. (OL-3)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial seluas 4.237 hektare kepada lima kelompok masyarakat di Riau.
Kinerja Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang masuk 10 besar versi IndoStrategi merupakan hasil sinergi Komisi IV DPR dan pemerintah dalam menjalankan program perhutanan sosial.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut), nilai transaksi ekonomi dari kegiatan masyarakat kehutanan tercatat telah mencapai Rp4,5 triliun.
Perhutanan sosial bukan hanya soal memberikan akses kelola hutan, melainkan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Data Kementerian Kehutanan mencatat Perhutanan Sosial dimanfaatkan 1,4 juta keluarga dengan nilai ekonomi mencapai ratusan miliar rupiah hingga September 2025
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved