Jumat 19 Februari 2021, 10:58 WIB

Pembenah Tanah Dibutuhkan untuk Dukung Produktivitas Pertanian

mediaindonesia.com | Ekonomi
Pembenah Tanah Dibutuhkan untuk Dukung Produktivitas Pertanian

Ist/Kementan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi.

 

SALAH satu hal yang harus dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian adalah melakukan pembenah tanah, atau memperbaiki tanah yang rusak.

Pembahasan mengenai Pembenah Tanah menjadi materi dalam Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Jumat (19/2).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan kondisi tanah sangat penting untuk mendukung pertanian.

"Indonesia memiliki lahan yang subur. Tetapi, untuk mendapatkan produktivitas yang diinginkan kondisi lahan harus dijaga. Karena lahan yang baik bisa menghasilkan tanaman yang baik juga," katanya.

Sedangkan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan MSPP, mengatakan jika pembenah tanah dilakukan untuk menyehatkan tanah. 

"Kalau tanah sakit, misalnya kurang bahan organik, berarti pembenah tanahya bahan organik kompos dan lainnya. Kuncinya tanahnya sehat. Oleh karena itu pembenah itu dikatakan penyehatan tanah," terangnya.

Ditambahkannya, tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat. Tanaman yang sehat akan menghasilkan pangan sehat.

"Dan pangan yang sehat akan menjadikan bangsa yang sehat, bangsa yang semangat untuk memajukan pembangunan pertanian di Tanah Air. Oleh karena itu, bangsa yang maju harus dimulai dari tanah yang sehat," katanya.

Dedi Nursyamsi mengatakan, menyehatkan tanah bukan hanya menjadi tanggung jawab peneliti. Semua insan pertanian harus berusaha menyehatkan tanah.

"Kalau ada indikasi tanah kurang sehat, kurang unsur hara, kurang subur dan lainnya, itu tugas kita untuk membuat tanah lebih sehat, harus dibenahi. Oleh karna itu, saya mengajak semua insan pertanian untuk sama-sama memahami dan mengerti serta mengimplementasikan pembenahan tanah di lokasi masing-masing," ajaknya.

Dijelaskannya, dengan tanah sehat produktivitas akan melejit. Dan produksi pertanian Indonesia akan bisa bersaing dengan produk lain. Penyediaan pangan untuk bangsa juga bisa terjamin.

"Dengan tanah sehat kita bisa menghasilkan produk berdaya saing untuk diekspor ke mancanegara," ujarnya. 

Sementara Peneliti Utama Badan Penelitian Tanah BBSDLP Balitbang Pertanian, Ai Dariah, menjelaskan lebih lanjut mengenai pembenah tanah.

"Definisi ini sudah kita sepakati dalam Permentan 01 Tahun 2019. Pembenah tanah adalah bahan-bahan sintetis atau alami organik atau mineral berbentuk padat atau cair yang mampu memperbaiki sifat fisik kimia dan biologi tanah," kata Ai Dariah yang menjadi narasumber MSPP.

Dijelaskannya, pembenah tanah diperlukan jika tanah mempunyai faktor pembatas alami untuk pertumbukan dan produksi pangan.

"Pembenah tanah juga dilakukan jika tanah telah mengalami penurunan kualitas tanah, serta untuk mencegah kerusahan atau penurunan kualitas," terangnya.

Tujuan pembenah tanah, terangnya, adalah untuk menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan dan prduksi tanaman, perkebangan biota tanah, serta meningkatkan ketahanan tanah.

Dijelaskan Ai Dariah, pembenah tanah ada 2 jenis, yaitu alami dan sintetis.

Pembenah tanah alami terdiri dari organik, hayati, anorganik atau mineral. Sedangkan pembenah tanah sintetis dilakukan untuk tanah yang sudah mengalami rekayasa mengalami perubahan senyawa, yaitu organik dan anorganik.

Baca Juga

DOK.BNC

Transformasi ke Digital, Nilai Saham Bank Neo Commerce Naik

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 01:00 WIB
Melalui aksi korporasi ini, diharapkan perseroan akan mendapatkan suntikan dana sebesar Rp249,82...
Dok. 99 Group

Pandemi Covid-19 Picu Sektor Properti Befluktuasi pada 2020

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:44 WIB
Pertumbuhan suplai listing tertinggi terjadi di bulan Juli sebesar 8.75 persen. Penurunan suplai listing yang cukup drastis terjadi dari...
ANTARA FOTO/Moch Asim

259 Ton Udang Vaname Sulteng Diekspor ke Jepang

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 23:33 WIB
Volume ekspor udang vaname tahun 2020 mengalami penurunan dari pada volume ekspor udang vaname tahun 2019 yang mencapai 285,66 ton senilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya