Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN suku bunga pinjaman bukan satu-satunya variabel untuk meningkatkan pertumbuhan kredit. Selain suku bunga pertumbuhan kredit dipengaruhi variabel konsumsi, daya beli masyarakat, NPL, dan penjualan retail.
“Berdasarkan data, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi ialah pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” kata Ketua Himpunan Bank Milik Negara Sunarso dalam pertemuan awal tahun dengan pimpinan media di Jakarta, Rabu (6/1).
Hadir juga dalam acara itu Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar, dan Plt Direktur Utama Bank BTNI Nixon Napitupulu.
Sunarso yang juga Direktur Utama BRI Data merekomendasi peningkatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat untuk meningkatkan kredit yang berujung pada pertumbuhan ekonomi. Caranya ialah dengan mengalirkan bantuan tunai atau bantuan sosial kepada masyarakat serta memberi masyarakat pekerjaan.
Pemerintah selama pandemic covid-19 sudah menyalurkan bantuan tunai atau bantuan sosial kepada masyarakat. “Yang dilakukan pemerintah dengan memberi bantuan sosial dan bantuan tunai sudah tepat,” kata Sunarso.
Baca juga : Harga Kedelai Naik, Satgas Pangan belum Temukan Pelanggaran
Untuk menyerap tenaga kerja, Sunarso mengatakan proyek-proyek infrstruktur harus berlanjut. “Proyek infrastruktur, terutama yang besar-besar yang mempekerjakan banyak tenaga kerja, tidak boleh berhenti, harus diselesaikan sesuai target,” ucap Sunarso.
Proyek infrastruktur perumahan akan meningkatkan kredit bagi Bank BTN. “Pembangunan perumahan menyerap local content serta mempekerjakan banyak orang,” lanjut Sunarso.
Bank-Bank Himbara akan mendukung sepenuhnya kelanjutan pembangunan infrstruktur tersebut. “Himbara siap mendukung karena ini akan menciptakan pertumbuhan kredir,” ujar Sunarso.
Sunarso menambahkan untuk menumbuhkan kredit perbankan, pemerintah selayaknya menyelesaikan kredit-kredit bermasalah UMKM. “Simpelnya kredit bermasalah UMKM diputihkan saja supaya UMKM lebih lincah mencari kredit dan perbankan juga leluasa memberikannya,” pungkas Sunarso. (OL-2)
OJK mencatat ketahanan permodalan berada pada level yang sangat kuat, memberikan ruang ekspansi sekaligus bantalan risiko yang memadai
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Kolaborasi CBI-KCB hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui kerangka kerja yang aman dan patuh terhadap regulasi perlindungan data pribadi di kedua negara.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved