Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PENURUNAN suku bunga pinjaman bukan satu-satunya variabel untuk meningkatkan pertumbuhan kredit. Selain suku bunga pertumbuhan kredit dipengaruhi variabel konsumsi, daya beli masyarakat, NPL, dan penjualan retail.
“Berdasarkan data, variabel paling sensitif atau elastisitasnya paling tinggi ialah pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” kata Ketua Himpunan Bank Milik Negara Sunarso dalam pertemuan awal tahun dengan pimpinan media di Jakarta, Rabu (6/1).
Hadir juga dalam acara itu Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar, dan Plt Direktur Utama Bank BTNI Nixon Napitupulu.
Sunarso yang juga Direktur Utama BRI Data merekomendasi peningkatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat untuk meningkatkan kredit yang berujung pada pertumbuhan ekonomi. Caranya ialah dengan mengalirkan bantuan tunai atau bantuan sosial kepada masyarakat serta memberi masyarakat pekerjaan.
Pemerintah selama pandemic covid-19 sudah menyalurkan bantuan tunai atau bantuan sosial kepada masyarakat. “Yang dilakukan pemerintah dengan memberi bantuan sosial dan bantuan tunai sudah tepat,” kata Sunarso.
Baca juga : Harga Kedelai Naik, Satgas Pangan belum Temukan Pelanggaran
Untuk menyerap tenaga kerja, Sunarso mengatakan proyek-proyek infrstruktur harus berlanjut. “Proyek infrastruktur, terutama yang besar-besar yang mempekerjakan banyak tenaga kerja, tidak boleh berhenti, harus diselesaikan sesuai target,” ucap Sunarso.
Proyek infrastruktur perumahan akan meningkatkan kredit bagi Bank BTN. “Pembangunan perumahan menyerap local content serta mempekerjakan banyak orang,” lanjut Sunarso.
Bank-Bank Himbara akan mendukung sepenuhnya kelanjutan pembangunan infrstruktur tersebut. “Himbara siap mendukung karena ini akan menciptakan pertumbuhan kredir,” ujar Sunarso.
Sunarso menambahkan untuk menumbuhkan kredit perbankan, pemerintah selayaknya menyelesaikan kredit-kredit bermasalah UMKM. “Simpelnya kredit bermasalah UMKM diputihkan saja supaya UMKM lebih lincah mencari kredit dan perbankan juga leluasa memberikannya,” pungkas Sunarso. (OL-2)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh sebesar 9,63% secara tahunan (yoy) ditopang penyaluran kredit investasi yang tinggi.
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved