Rabu 09 Desember 2020, 14:39 WIB

Pemulihan Ekonomi Dinilai Tergantung pada Stabilitas Keamanan

Antara | Ekonomi
Pemulihan Ekonomi Dinilai Tergantung pada Stabilitas Keamanan

Antara/Arfi
Sekjen Asosiasi Roll Forming Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma.

 

KEBERHASILAN program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19 dinilai sangat tergantung pada stabilitas keamanan dan politik bangsa ini.

“Ada faktor-faktor terutama stabilitas keamanan termasuk politik, ekonomi, sosial, dan teknologi atau PEST yang akan menentukan berhasil tidaknya pemulihan ekonomi akibat pandemi,” kata Sekjen Asosiasi Roll Forming Indonesia (ARFI), Nicolas Kesuma, Rabu.

Nico menjelaskan, faktor ini yang sangat krusial untuk dijaga bersama oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Insiden-insiden yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban, khususnya yang terjadi di ibu kota, yang bisa berdampak pada proses pemulihan ekonomi di tahun 2021 harus bisa dihindari.

Hal ini dinilai sangat penting guna membangun optimisme para pengusaha yang sangat mengharapkan adanya rebound pada 2021.

“Khususnya stabilitas politik sangat krusial dalam pertumbuhan ekonomi. Di samping kita tetap optimistis dalam bidang usaha, stabilitas negara pun wajib kita dukung penuh khususnya termasuk aparat TNI dan Polri yang menjaga stabilitas NKRI dari ancaman pihak manapun. Ketika politik ini tidak stabil, ekonomi juga pasti akan tidak stabil. Efeknya kepada kehidupan sosial. Baru kemudian kita lihat faktor teknologi jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang negatif,” kata Nicolas.

Selama pandemi Covid-19, sektor roll forming, produsen logam dan baja, termasuk salah satu industri yang terdampak signifikan dimana pasokan dan permintaan dalam negeri saat pandemi terganggu akibat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Proyek-proyek infrastruktur sebagian besar terhenti bahkan banyak yang berhenti beroperasi.

Ia pun mengakui, tantangan pada 2020 sangat berat. Bahkan menurutnya, dampak perekonomian di tahun ini lebih berat dari dampak krisis ekonomi tahun 1998.

“Tantangan di tahun 2020 ini sangat berat. Bahkan beberapa pengusaha mengatakan bahwa 2020 ini efek pandemi lebih parah dari 1998 saat krisis ekonomi,” kata Nicolas.

Sejak pertengahan tahun, pemerintah memang sudah berupaya melakukan pemulihan ekonomi nasional. Semua sektor industri yang mampu membangkitkan perekonomian didorong untuk kembali berproduksi. Berbagai bantuan stimulan digelontorkan untuk menggerakkannya dengan harapan ekonomi bangsa bisa stabil kembali.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo membentuk Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional (Satgas PEN) yang dipimpin Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Tim khusus ini bertugas untuk memulihkan perekonomian bangsa. Jadi semua sektor industri itu dibangkitkan kembali untuk mendorong roda perekonomian,” kata Nicolas.

Para pelaku usaha sendiri tidak tinggal diam. Berbagai inovasi dilakukan untuk dapat meningkatkan utilitas produksi mereka.

Secara umum, Nicolas menjelaskan, ARFI selaku asosiasi manufaktur logam dan baja mendukung penuh upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas NKRI agar tetap aman dan kondusif karena hal inilah yang akan membantu mendongkrak perekonomian bangsa. (Ant/OL-09)

Baca Juga

AFP

Harga Minyak Naik Moderat di tengah Kekhawatiran Permintaan Global

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 07:10 WIB
HARGA minyak naik moderat dalam sesi yang fluktuatif pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi...
Antara

Emas Naik lagi 14,4 dolar Imbas Kasus Evergrande

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 22 September 2021, 06:10 WIB
HARGA emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (22/9), karena kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti...
ANTARA

Atasi Harga Pakan, DPR Minta Kemendag Jangan Gegabah Impor Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 21 September 2021, 23:55 WIB
Akademisi IPB Prima Gandhi membantah Mendag soal stok jagung. Pasalnya, kondisi jagung dalam negeri saat ini aman dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya