Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo meminta agar ekspor produk Indonesia terus ditingkatkan meski dalam situasi pandemi. Pasalnya, peningkatan ekspor bisa memperbaiki kondisi ekonomi nasional di masa pandemi ini serta membuka lapangan kerja dan mengatasi defisit transaksi berjalan.
Jokowi mengatakan kondisi perekonomian yang lesu di saat pandemi ini memang berdampak pada ekspor. Meski begitu, peluang pasar ekspor masih terbuka lebar di negara-negara yang sekarang ini juga sedang mengalami pandemi. Kepala Negara meminta agar jajarannya juga para pengusaha untuk prokatif menyambut peluang.
"Potensi kita masih sangat besar dari sisi keragaman produk, komoditas, kreativitas, kualitas, volume, dan tujuan negara ekspor. Kuncinya proaktif dan jangan pasif," ucap Jokowi dalam seremoni pelepasan ekspor produk dalam negeri secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (4/12).
Presiden mengatakan Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain dalam menangkap peluang ekspor. Ia mencontohkan ekspor kopi yang pada 2019 Indonesia merupakan produsen terbesar nomor empat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Namun, Indonesia kini tercatat hanya sebagai terbesar kedelapan. Kinerja ekspor kopi Indonesia bahkan masih tertinggal dibandingkan dengan Vietnam yang pada 2019 mencapai US$2,22 miliar dan Indonesia US$883,12 juta.
Begitu pula dengan komoditas ekspor lain, seperti garmen. Indonesia kini hanya menjadi eksportir garmen terbesar ke-22 di dunia. Presiden juga mengeluhkan kinerja ekspor produk-produk home decoration dan furniture yang masih tertinggal.
Begitu juga dengan ekspor produk perikanan. Jokowi mengatakan Indonesia sebagai produsen produk perikanan terbesar kedua di dunia tapi kinerja ekspornya masih di peringkat ke-13 dunia.
"Saya senang membaca laporan ekspor Indonesia periode Januari sampai Oktober 2020 memang surplus US$17,07 miliar. Dari kopi, garmen, furnitur, perikanan, dan makanan minuman. Tapi kita tidak boleh cepat puas pada capaian saat ini karena potensi pasar ekspor yang belum tergarap masih banyak, masih sangat besar," ungkapnya. (OL-14)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso akan memanggil sejumlah eksportir untuk membahas potensi gangguan pasokan akibat penutupan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz
Bank Indonesia (BI) mengapresiasi catatan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari tahun ini.
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 22,16 miliar dolar AS atau tumbuh 3,39 persen dibandingkan Januari 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved